Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Kesehatan Organ Reproduksi Wanita Melalui Senam “SI-EPIN” Naomi Parmila Hesti Savitri; Sri Wahyuni
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Reproductive health is a crucial aspect of a woman's quality of life. However, lack of physical activity, high stress levels, and an unbalanced diet often disrupt blood circulation and negatively impact uterine health. An effective non-pharmacological approach is the "Si-Epin" circulation and endorphin exercise. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of women of childbearing age about "Si-Ephin" exercises as a way to prevent reproductive health problems. The activity was held at the X Village Hall, targeting 36 women of childbearing age. The activity included education, demonstrations, and practical practice of "Si-Ephin" exercises, which involve breathing exercises that stimulate blood circulation from the heart and stretching to stimulate endorphins. The results showed an increase in participants' understanding and skills regarding "Si-Ephin" exercises due to their ease of implementation. This activity is expected to contribute to maintaining reproductive health by reducing menstrual pain and smoothing the menstrual cycle. Keywords: Reproductive health, women's reproductive organs, women of childbearing age,"Si-Ephin" exercises ABSTRAK Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam kualitas hidup wanita. Namun, kurangnya aktivitas fisik, tingkat stress yang tinggi dan pola makan yang tidak seimbang sering kali mengganggu sirkulasi darah dan berdampak buruk pada kesehatan rahim. Upaya nonfarmakologis yang efektif adalah senam sirkulasi dan endorphin “Si-Epin”. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Wanita Usia Subur tentang senam “Si-Ephin” sebagai upaya mencegah gangguan kesehatan reproduksi. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa X, dengan sasaran WUS sebanyak 36 orang. Metode kegiatan meliputi edukasi, demonstrasi, dan praktik senam “Si-Ephin” yang meliputi latihan pernapasan melalui sirkulasi pompa darah dari jantung dan peregangan untuk menstimulasi hormon endorphin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta mengenai senam “Si-Ephin” karena mudah dilakukan. Kegiatan ini diharapkan mempunyai kontribusi dalam menjaga kesehatan organ reproduksi untuk mengurangi nyeri menstruasi dan memperlancar siklus mentruasi. Kata Kunci: Kesehatan reproduksi, organ reproduksi wanita, Wanita Usia Subur, senam “Si-Ephin”
AKTIVITAS FISIK DAN FAKTOR LAIN YANG MEMPENGARUHI SIKLUS MENSTRUASI PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI WILAYAH DESA MOJOAGUNG KABUPATEN PATI Sri Wahyuni; Naomi Parmila Hesti Savitri
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12320

Abstract

The menstrual cycle is an important indicator of women's reproductive health and is influenced by hormonal balance in the body. Changes in the menstrual cycle can occur due to various factors, including physical activity. Other factors such as stress level, nutritional status, sleep quality, dietary patterns, and contraceptive use may also affect menstrual regularity. This study aimed to determine the relationship between physical activity and other factors affecting the menstrual cycle among women of reproductive age in Mojoagung Village, Pati Regency. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 80 women of reproductive age selected using purposive sampling techniques. Data were collected using questionnaires assessing physical activity, diet, stress level, sleep quality, nutritional status, and menstrual cycle patterns. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis. The results showed that most respondents had moderate physical activity (55%), normal menstrual cycles (62.5%), and physical activity was associated with menstrual cycle regularity. Other factors related to menstrual cycle changes were stress level, nutritional status, and sleep quality.
Studi Cross-Sectional: Jogging Berpengaruh Terhadap Siklus Menstruasi pada Wanita usia Subur Sri Wahyuni; Naomi Parmila Hesti Savitri
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.304

Abstract

Aspek penting dalam mengevaluasi fungsi kesehatan reproduksi adalah siklus menstruasi yang terjadi secara fisiologis setiap bulan. Pemilhan olahraga yang banyak diminati Wanita usia subur (WUS) adalah senam aerobic. Namun kadang sering menimbulkan kelelahan dan gangguan siklus menstruasi karena dilakukan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Salah satu upaya untuk menstabilkan siklus menstruasi dapat dipilih olahraga dengan intensitas rendah yaitu jogging. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh jogging terhadap siklus menstruasi pada WUS. Metode menggunakan pendekatan cros sectional pada WUS usia 20-40 tahun sebanyak 40 orang yang dilatih jogging selama 3 bulan dengan frekuensi 3-5 kali/minggu, dan durasi 30-60 menit. Uji analisis data menggunakan chi square untuk melihat hubungan jogging dengan siklus menstruasi dan uji regresi logistic multinomial untuk melihat kekuatan pengaruhnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jogging mempunyai hubungan bermakna terhadap siklus menstruasi p=0,028 (p< 0,05) dan wanita yang melakukan aktivitas fisik secara rutin cenderung memiliki siklus menstruasi yang normal dibandingkan dengan wanita yang tidak teratur melakukan jogging dengan resiko 2,3 kali mengalami oligomenore dan 2,75 kali mengalami polimenore (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik yang teratur dengan intensitas rendah dapat membantu menjaga keseimbangan hormon reproduksi sehingga siklus menstruasi menjadi lebih teratur.