Perkembangan mental yang sehat akan menciptakan kesejahteraan fisik, psikologis, dan sosial yang komprehensif. Namun perkembangan mental dapat terganggu oleh beberapa faktor internal maupun eksternal, dimana salah satu faktor utamanya yaitu pola asuh orang tua yang akan membentuk perkembangan mental seorang anak dengan gaya pengasuhan yang diberikan oleh orang tuanya masing-masing. Maka dari itu, tujuan artikel ilmiah ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan mental pada remaja. Metode dalam artikel ilmiah ini analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Adapun populasinya sebanyak 357 remaja dengan jumlah sampel 78 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik propotional random sampling. Instrumen artikel ilmiah ini menggunakan lembar kuesioner Parental Bonding Instrument (PBI) dan Mental Health Inventory (MHI-38) dengan cara ukur angket. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dengan tabel distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan uji statistik chi-square. Berdasarkan hasil analisa univariat menunjukan sebanyak 35 (44.9%) responden dengan pola asuh orang tua otoriter, dan sebanyak 55 (70.5%) responden memiliki perkembangan mental yang kurang baik. Hasil analisa bivariat menunjukan nilai p value sebesar 0.000 < 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan mental pada remaja di Desa Kertasari Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka Tahun 2025. Penyuluhan kesehatan perlu diberikan kepada masyarakat mengenai pentingnya penerapan pola asuh orang tua yang tepat untuk mencegah terjadinya risiko gangguan perkembangan mental pada remaja.
Copyrights © 2026