Penelitian ini menganalisis kinerja dan daya saing ekspor produk pertanian cengkeh (HS 0907) Indonesia di pasar internasional pada periode 2015–2024. Metode yang digunakan kuantitatif deskriptif dengan empat indikator yang saling melengkapi, yaitu Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Trade Balance Index (TBI), dan Export Product Dynamics (EPD), berbasis data sekunder Trade Map dan UN Comtrade. Hasil penelitian menunjukkan Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang kuat dan stabil, dengan RCA selalu di atas satu (rata-rata 23,54) dan RSCA selalu positif (rata-rata 0,878). Indikator TBI berfluktuasi antara posisi net pengekspor dan net pengimpor akibat tingginya penyerapan cengkeh oleh industri kretek pada tahun panen rendah. Analisis EPD menempatkan cengkeh Indonesia pada kuadran Rising Star karena pertumbuhan pangsa ekspor (2,798) dan pertumbuhan permintaan dunia (0,247) sama-sama positif. Dibandingkan Vietnam sebagai negara komparasi, Indonesia jauh lebih unggul secara absolut meskipun Vietnam membukukan CAGR 14,7 persen per tahun. Indonesia menjadi pengekspor cengkeh terbesar dunia dengan pangsa 49,0 persen pada 2024. Penelitian menyimpulkan bahwa keunggulan komparatif Indonesia kuat tetapi rapuh terhadap siklus panen
Copyrights © 2026