Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemasaran Sentra Sepatu Dalam Meraih Pasar Domestik Dan Global Pada Sentra Pengerajin Sepatu Kelurahan Cibaduyut Denny Saputera; Dwi Fauziansyah Moenardy; Gilang Nur Alam; Rizqi Muttaqin; Rina Ariyanthi Dewi; Hasbi Hawari
Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Vol 5, No 1 (2022): JPDL (Jurnal Pengabdian Dharma Laksana)
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/j.pdl.v5i1.23431

Abstract

Sentra Sepatu Cibaduyut merupakan salah satu tempat wisata belanja yang banyak diincar oleh banyak wisatawan ketika berkunjung kekawasan wisata di wilayah Jawa Barat, yang terletak di kota Bandung yang merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki keunggulan dalam industri kreatif. Dalam menghadapi persaingan pasar yang bersifat global, perusahaan-perusahaan di Indonesia dituntut untuk masuk kedalam segmentasi organisasi perusahaan yang bersifat global. Pertumbuhan produksi dan penjualan di Cibaduyut Bandung sebagai sentra sepatu sepatu semakin lama semakin memudar karena manurunnya penjualan dikarenakan imbas perekonomian yang kurang baik dimasa penyebaran pandemi Covid-19 yang berimbas pada penurunan permintaan pasar, perlambatan perputaran ekonomi dunia serta terus menurunnya permintaan dan order terhadap produk-produk pada sentra sepatu di Cibaduyut. Untuk menyikapi hal tersebut melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat diharapkan memberikan solusi terbaik dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi berupa pemasaran menggunakan cara-cara modern yaitu melalui media online.
Efektifitas Penggunaan Media Promosi Digital (KOL) Untuk Meningkatkan Brand Awareness Dalam Perdagangan Internasional Caesarly Rachmadea; Rizqi Muttaqin
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 4 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i4.10969

Abstract

Pemasaran melalui Tiktok juga semakin berkembang dengan adanya tren dan fenomena baru yang dikenal dengan Key Opinion Leader (KOL) adalah individu yang berkualitas dengan keahlian, pengetahuan, dan pengalaman dibidang tertentu dan diakui oleh para followernya di jejaring sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan media promosi KOL terhadap minat beli. Penelitian dilakukan dengan memakai metode kuantitatif, data primer dari kuesioner yang dijawab oleh 100 orang. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa penggunaan KOL Tasya farasya di Tiktok memiliki dampak positif dan besar terhadap brand awareness produk Somethinc. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Tasya farasya berhasil meningkatkan brand awareness melalui perannya sebagai KOL di Tiktok mampu menumbuhkan kepercayaan merek dengan memberikan review, informasi tentang kegunaan dan instruksi penggunaan produk Somethinc. Kata kunci : Key Opinion Leader, Marketing Communication, Brand Awareness, Brand Personality, Brand Identity, Tiktok
ANALYSIS OF EXCHANGE RATES AND INTEREST RATES ON INDONESIA'S NON-OIL AND GAS EXPORT VALUE Denny Saputera; Rizal Budi Santoso; Dwi Fauziansyah Moenardy; Rizqi Muttaqin; Rina Ariyanthi Dewi
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 5 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i5.12283

Abstract

This study evaluates the impact of exchange rates and interest rates on Indonesia's non-oil and gas exports from 2006 to 2022, recognizing the sector's importance in the Indonesian economy. Data reveal a significant increase in non-oil and gas exports from USD 155.9 billion in 2019 to USD 275.9 billion in 2022, driven by strong global demand from major economies such as China, the United States, and India. The analysis indicates that exchange rates have a positive effect on non-oil and gas exports, though the impact is statistically insignificant with a p-value exceeding 0.05. In contrast, interest rates exhibit a significant negative impact on export values, with a p-value of 0.022, suggesting that higher interest rates may reduce export volumes. Assumption testing reveals no issues with multicollinearity, autocorrelation, or heteroscedasticity, ensuring the validity of the results. In conclusion, while exchange rates positively affect exports, the impact is not significant; interest rates, however, have a significant negative effect, indicating the need for lower interest rate policies to support the growth of Indonesia's non-oil and gas exports.
Analisis Daya Saing Ekspor Minyak Kelapa Mentah Indonesia Periode 2015–2024 di Pasar Internasional dengan Pendekatan RCA, RSCA, Growth RCA, dan EPD Sri Oktapiani; Rizqi Muttaqin
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 8 No. 4 (2026): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v8i4.11554

Abstract

Crude coconut oil (crude coconut oil) is one of the vegetable oil commodities that plays an important role in international trade. Indonesia, as one of the largest coconut producers in the world, has great potential in exporting crude coconut oil; however, its performance remains volatile and faces competition from major rival countries, particularly the Philippines. This study aims to analyze the export competitiveness of Indonesian crude coconut oil in the international market during the period 2015–2024. The study employs a descriptive quantitative approach using secondary data sourced from ITC Trade Map and UN Comtrade. The analytical methods applied include Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Growth RCA, and Export Product Dynamics (EPD). The results indicate that Indonesia's crude coconut oil exports have a comparative advantage (RCA > 1), but their competitiveness is not yet stable and is relatively lower than that of the Philippines. The EPD analysis places Indonesian crude coconut oil in the Retreat category, indicating that both Indonesia's export market share growth and global demand growth for crude coconut oil tend to weaken simultaneously. These findings suggest that Indonesia's comparative advantage in crude coconut oil has not yet been converted into dynamic export competitiveness, as reflected in the Retreat position in the EPD analysis and the fluctuating competitiveness growth during the study period.
ANALISIS DAYA SAING EKSPOR LADA INDONESIA DENGAN VIETNAM DAN MALAYSIA DI PASAR INTERNASIONAL: RCA, RSCA, DAN EPD PERIODE 2015 – 2024 Wicky Dava Afrizan; Rizqi Muttaqin
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 3 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/vxn7yg11

Abstract

Lada (Piper nigrum L.) merupakan salah satu komoditas rempah bernilai dagang tertinggi di dunia, namun pangsa pasar ekspor lada utuh (HS 090411) Indonesia menurun dari 17,57% pada 2015 ke titik terendah 7,07% pada 2023 sebelum pulih ke 13,13% pada 2024, di tengah dominasi Vietnam dan ekspansi Brasil. Penelitian ini menganalisis dan membandingkan daya saing ekspor lada utuh Indonesia dengan Vietnam dan Malaysia selama 2015-2024. Pendekatan yang digunakan kuantitatif deskriptif dengan tiga instrumen yang saling melengkapi, yaitu Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), dan Export Product Dynamics (EPD), berbasis data Trade Map ITC. Secara statis ketiga negara berkeunggulan komparatif, dengan rata-rata RCA Vietnam 32,08, Indonesia 12,03, dan Malaysia 1,84, serta rata-rata RSCA berturut-turut 0,938, 0,831, dan 0,242. Analisis EPD dua fase menempatkan Indonesia pada Lost Opportunity (2015-2019) lalu Rising Star (2020-2024), sedangkan Vietnam dan Malaysia bergeser menuju Falling Star. Uji sensitivitas menunjukkan status Rising Star Indonesia rapuh karena hampir seluruhnya ditopang lonjakan 2024 (+85,73%). Indonesia masih kuat secara komparatif tetapi rentan secara struktural karena keunggulannya belum ditopang produktivitas dan nilai tambah yang memadai.
Analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Komoditas Stainless Steel Indonesia Pada Periode 2008 - 2022 Naufal Daffa Raditya Hafizh; Rizqi Muttaqin
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 2 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i4.8854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel ekonomi makro terhadap ekspor stainless steel Indonesia selama periode 2008–2022. Variabel yang diteliti meliputi suku bunga, produk domestik bruto (GDP), inflasi, nilai tukar, dan harga. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa model penelitian memenuhi kriteria statistik yang diperlukan. Secara parsial, suku bunga dan inflasi berpengaruh negatif signifikan terhadap ekspor, sedangkan harga stainless steel berpengaruh positif signifikan. GDP dan nilai tukar tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara individu. Uji F menunjukkan bahwa secara simultan kelima variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap ekspor, dengan nilai R Square sebesar 92,1%. Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan indikator makroekonomi untuk meningkatkan daya saing ekspor Indonesia serta sebagai dasar dalam perumusan kebijakan ekonomi nasional.