Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemasaran Sentra Sepatu Dalam Meraih Pasar Domestik Dan Global Pada Sentra Pengerajin Sepatu Kelurahan Cibaduyut Denny Saputera; Dwi Fauziansyah Moenardy; Gilang Nur Alam; Rizqi Muttaqin; Rina Ariyanthi Dewi; Hasbi Hawari
Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Vol 5, No 1 (2022): JPDL (Jurnal Pengabdian Dharma Laksana)
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/j.pdl.v5i1.23431

Abstract

Sentra Sepatu Cibaduyut merupakan salah satu tempat wisata belanja yang banyak diincar oleh banyak wisatawan ketika berkunjung kekawasan wisata di wilayah Jawa Barat, yang terletak di kota Bandung yang merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki keunggulan dalam industri kreatif. Dalam menghadapi persaingan pasar yang bersifat global, perusahaan-perusahaan di Indonesia dituntut untuk masuk kedalam segmentasi organisasi perusahaan yang bersifat global. Pertumbuhan produksi dan penjualan di Cibaduyut Bandung sebagai sentra sepatu sepatu semakin lama semakin memudar karena manurunnya penjualan dikarenakan imbas perekonomian yang kurang baik dimasa penyebaran pandemi Covid-19 yang berimbas pada penurunan permintaan pasar, perlambatan perputaran ekonomi dunia serta terus menurunnya permintaan dan order terhadap produk-produk pada sentra sepatu di Cibaduyut. Untuk menyikapi hal tersebut melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat diharapkan memberikan solusi terbaik dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi berupa pemasaran menggunakan cara-cara modern yaitu melalui media online.
Efektifitas Penggunaan Media Promosi Digital (KOL) Untuk Meningkatkan Brand Awareness Dalam Perdagangan Internasional Caesarly Rachmadea; Rizqi Muttaqin
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 4 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i4.10969

Abstract

Pemasaran melalui Tiktok juga semakin berkembang dengan adanya tren dan fenomena baru yang dikenal dengan Key Opinion Leader (KOL) adalah individu yang berkualitas dengan keahlian, pengetahuan, dan pengalaman dibidang tertentu dan diakui oleh para followernya di jejaring sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan media promosi KOL terhadap minat beli. Penelitian dilakukan dengan memakai metode kuantitatif, data primer dari kuesioner yang dijawab oleh 100 orang. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa penggunaan KOL Tasya farasya di Tiktok memiliki dampak positif dan besar terhadap brand awareness produk Somethinc. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Tasya farasya berhasil meningkatkan brand awareness melalui perannya sebagai KOL di Tiktok mampu menumbuhkan kepercayaan merek dengan memberikan review, informasi tentang kegunaan dan instruksi penggunaan produk Somethinc. Kata kunci : Key Opinion Leader, Marketing Communication, Brand Awareness, Brand Personality, Brand Identity, Tiktok
ANALYSIS OF EXCHANGE RATES AND INTEREST RATES ON INDONESIA'S NON-OIL AND GAS EXPORT VALUE Denny Saputera; Rizal Budi Santoso; Dwi Fauziansyah Moenardy; Rizqi Muttaqin; Rina Ariyanthi Dewi
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 5 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i5.12283

Abstract

This study evaluates the impact of exchange rates and interest rates on Indonesia's non-oil and gas exports from 2006 to 2022, recognizing the sector's importance in the Indonesian economy. Data reveal a significant increase in non-oil and gas exports from USD 155.9 billion in 2019 to USD 275.9 billion in 2022, driven by strong global demand from major economies such as China, the United States, and India. The analysis indicates that exchange rates have a positive effect on non-oil and gas exports, though the impact is statistically insignificant with a p-value exceeding 0.05. In contrast, interest rates exhibit a significant negative impact on export values, with a p-value of 0.022, suggesting that higher interest rates may reduce export volumes. Assumption testing reveals no issues with multicollinearity, autocorrelation, or heteroscedasticity, ensuring the validity of the results. In conclusion, while exchange rates positively affect exports, the impact is not significant; interest rates, however, have a significant negative effect, indicating the need for lower interest rate policies to support the growth of Indonesia's non-oil and gas exports.
Analisis Daya Saing Ekspor Minyak Kelapa Mentah Indonesia Periode 2015–2024 di Pasar Internasional dengan Pendekatan RCA, RSCA, Growth RCA, dan EPD Sri Oktapiani; Rizqi Muttaqin
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 8 No. 4 (2026): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v8i4.11554

Abstract

Crude coconut oil (crude coconut oil) is one of the vegetable oil commodities that plays an important role in international trade. Indonesia, as one of the largest coconut producers in the world, has great potential in exporting crude coconut oil; however, its performance remains volatile and faces competition from major rival countries, particularly the Philippines. This study aims to analyze the export competitiveness of Indonesian crude coconut oil in the international market during the period 2015–2024. The study employs a descriptive quantitative approach using secondary data sourced from ITC Trade Map and UN Comtrade. The analytical methods applied include Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Growth RCA, and Export Product Dynamics (EPD). The results indicate that Indonesia's crude coconut oil exports have a comparative advantage (RCA > 1), but their competitiveness is not yet stable and is relatively lower than that of the Philippines. The EPD analysis places Indonesian crude coconut oil in the Retreat category, indicating that both Indonesia's export market share growth and global demand growth for crude coconut oil tend to weaken simultaneously. These findings suggest that Indonesia's comparative advantage in crude coconut oil has not yet been converted into dynamic export competitiveness, as reflected in the Retreat position in the EPD analysis and the fluctuating competitiveness growth during the study period.
ANALISIS DAYA SAING EKSPOR LADA INDONESIA DENGAN VIETNAM DAN MALAYSIA DI PASAR INTERNASIONAL: RCA, RSCA, DAN EPD PERIODE 2015 – 2024 Wicky Dava Afrizan; Rizqi Muttaqin
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 3 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/vxn7yg11

Abstract

Lada (Piper nigrum L.) merupakan salah satu komoditas rempah bernilai dagang tertinggi di dunia, namun pangsa pasar ekspor lada utuh (HS 090411) Indonesia menurun dari 17,57% pada 2015 ke titik terendah 7,07% pada 2023 sebelum pulih ke 13,13% pada 2024, di tengah dominasi Vietnam dan ekspansi Brasil. Penelitian ini menganalisis dan membandingkan daya saing ekspor lada utuh Indonesia dengan Vietnam dan Malaysia selama 2015-2024. Pendekatan yang digunakan kuantitatif deskriptif dengan tiga instrumen yang saling melengkapi, yaitu Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), dan Export Product Dynamics (EPD), berbasis data Trade Map ITC. Secara statis ketiga negara berkeunggulan komparatif, dengan rata-rata RCA Vietnam 32,08, Indonesia 12,03, dan Malaysia 1,84, serta rata-rata RSCA berturut-turut 0,938, 0,831, dan 0,242. Analisis EPD dua fase menempatkan Indonesia pada Lost Opportunity (2015-2019) lalu Rising Star (2020-2024), sedangkan Vietnam dan Malaysia bergeser menuju Falling Star. Uji sensitivitas menunjukkan status Rising Star Indonesia rapuh karena hampir seluruhnya ditopang lonjakan 2024 (+85,73%). Indonesia masih kuat secara komparatif tetapi rentan secara struktural karena keunggulannya belum ditopang produktivitas dan nilai tambah yang memadai.
Analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Komoditas Stainless Steel Indonesia Pada Periode 2008 - 2022 Naufal Daffa Raditya Hafizh; Rizqi Muttaqin
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 3 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i4.8854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel ekonomi makro terhadap ekspor stainless steel Indonesia selama periode 2008–2022. Variabel yang diteliti meliputi suku bunga, produk domestik bruto (GDP), inflasi, nilai tukar, dan harga. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa model penelitian memenuhi kriteria statistik yang diperlukan. Secara parsial, suku bunga dan inflasi berpengaruh negatif signifikan terhadap ekspor, sedangkan harga stainless steel berpengaruh positif signifikan. GDP dan nilai tukar tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara individu. Uji F menunjukkan bahwa secara simultan kelima variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap ekspor, dengan nilai R Square sebesar 92,1%. Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan indikator makroekonomi untuk meningkatkan daya saing ekspor Indonesia serta sebagai dasar dalam perumusan kebijakan ekonomi nasional.
ANALISIS KINERJA EKSPOR PRODUK PERTANIAN CENGKEH DARI INDONESIA KE PASAR INTERNASIONAL PADA PERIODE 2015–2024 Najwan Fatullah Mansur; Rizqi Muttaqin
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 3 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/gemjeb27

Abstract

Penelitian ini menganalisis kinerja dan daya saing ekspor produk pertanian cengkeh (HS 0907) Indonesia di pasar internasional pada periode 2015–2024. Metode yang digunakan kuantitatif deskriptif dengan empat indikator yang saling melengkapi, yaitu Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Trade Balance Index (TBI), dan Export Product Dynamics (EPD), berbasis data sekunder Trade Map dan UN Comtrade. Hasil penelitian menunjukkan Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang kuat dan stabil, dengan RCA selalu di atas satu (rata-rata 23,54) dan RSCA selalu positif (rata-rata 0,878). Indikator TBI berfluktuasi antara posisi net pengekspor dan net pengimpor akibat tingginya penyerapan cengkeh oleh industri kretek pada tahun panen rendah. Analisis EPD menempatkan cengkeh Indonesia pada kuadran Rising Star karena pertumbuhan pangsa ekspor (2,798) dan pertumbuhan permintaan dunia (0,247) sama-sama positif. Dibandingkan Vietnam sebagai negara komparasi, Indonesia jauh lebih unggul secara absolut meskipun Vietnam membukukan CAGR 14,7 persen per tahun. Indonesia menjadi pengekspor cengkeh terbesar dunia dengan pangsa 49,0 persen pada 2024. Penelitian menyimpulkan bahwa keunggulan komparatif Indonesia kuat tetapi rapuh terhadap siklus panen
ANALISIS DAYA SAING EKSPOR UDANG  INDONESIA PERIODE 2015-2024 DI PASAR INTERNASIONAL DENGAN METODE PENDEKATAN RCA,RSCA,GROWTH RCA, DAN EXPORT PRODUCT DYNAMIC Hari Sedani; Rizqi Muttaqin
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/e8y7p740

Abstract

Indonesia menempati posisi keempat dalam ekspor udang global dengan pangsa pasar 5,5%, namun mengalami penurunan nilai ekspor dari USD 1,19 miliar (2015) menjadi USD 1,09 miliar (2024). Penelitian ini menganalisis daya saing ekspor udang Indonesia periode 2015-2024 menggunakan metode Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Growth RCA, dan Export Product Dynamics (EPD) dengan membandingkan posisi Indonesia terhadap tiga kompetitor utama: Ekuador, India, dan Vietnam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia masih memiliki keunggulan komparatif (RCA > 1), terjadi penurunan daya saing sebesar 47,3% dengan nilai RCA menurun dari 9,46 (2015) menjadi 4,99 (2024). Analisis RSCA mengkonfirmasi penurunan spesialisasi ekspor dari 0,809 menjadi 0,666, menempatkan Indonesia pada posisi terendah di antara empat eksportir utama. Growth RCA menunjukkan pertumbuhan negatif pada 8 dari 9 tahun observasi, dengan penurunan paling drastis terjadi pada 2021-2022 (-34,69% dan -37,87%). Analisis EPD memperlihatkan perubahan posisi Indonesia dari 'Rising Star' menjadi 'Lost Opportunity' secara konsisten sejak 2021, mengindikasikan kehilangan pangsa pasar meskipun permintaan global meningkat. Temuan menunjukkan perlunya reformasi komprehensif dalam efisiensi produksi, penguatan kualitas, diversifikasi pasar, dan pengembangan infrastruktur untuk meningkatkan daya saing ekspor udang Indonesia di pasar internasional.
ANALISIS DAYA SAING DAN KINERJA EKSPOR ALAS KAKI INDONESIA DI PASAR EFTA PERIODE 2015-2024 MENGGUNAKAN PENDEKATAN RCA, RSCA, GROWTH RCA, EPD, DAN MSA Krisna Rizky Satrio; Rizqi Muttaqin
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/9j9j2q47

Abstract

Indonesia berdiri sebagai pengekspor sepatu terkemuka secara global, namun menghadapi persaingan yang hebat, terutama dari Vietnam di pasar Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya saing dan kinerja ekspor alas kaki Indonesia (HS 6403) di pasar EFTA dari 2015 hingga 2024 dengan membandingkan klasemen Indonesia dan Vietnam. Analisis ini menggunakan metode seperti Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Growth RCA, Export Product Dynamics (EPD), dan Market Share Analysis (MSA). Temuan menunjukkan bahwa Indonesia mempertahankan keunggulan komparatif yang cukup stabil dengan skor RCA rata-rata 2,94 dan RSCA 0,49, meskipun masih tertinggal di belakang Vietnam, yang mencapai RCA rata-rata 5,10 dan RSCA 0,67. Analisis Pertumbuhan RCA mengungkapkan fluktuasi daya saing Indonesia, mencatat tingkat pertumbuhan rata-rata 2,08% per tahun, di bawah 4,62% Vietnam. Menurut analisis EPD, posisi ekspor Indonesia terutama dikategorikan sebagai Rising Star, sedangkan Vietnam menunjukkan berbagai posisi yang menunjukkan tahap kematangan pasar. Selama periode penelitian, pangsa pasar Indonesia mengalami peningkatan; namun, kesenjangan dengan Vietnam sebenarnya telah melebar. Implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-EFTA (IE-CEPA) secara positif mempengaruhi pertumbuhan ekspor, meskipun belum secara signifikan mempersempit kesenjangan daya saing. Hasil ini menggarisbawahi perlunya meningkatkan daya saing struktural melalui spesialisasi ekspor yang lebih besar, peningkatan efisiensi produksi, dan kualitas produk yang unggul.
ANALISIS PENGARUH NILAI TUKAR, PRODUK DOMESTIK BRUTO, DAN PRODUKSI TERHADAP NILAI EKSPOR CPO INDONESIA KE INDIA TAHUN 2016-2024 Rizqi Muhammad Zahra; Rizqi Muttaqin
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 4 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/zkpefp72

Abstract

Perdagangan Crude Palm Oil (CPO) Indonesia ke India merupakan salah satu komponen penting ekspor nonmigas Indonesia, namun nilainya berfluktuasi cukup tajam pada periode 2016-2024. Penelitian ini menganalisis pengaruh nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat, Produk Domestik Bruto (PDB) India, dan produksi CPO Indonesia terhadap nilai ekspor CPO Indonesia ke India, baik secara parsial maupun simultan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis deskriptif verifikatif, menggunakan data sekunder time series tahunan periode 2016-2024 (N=9) yang bersumber dari Bank Indonesia, World Bank, CPOPC, dan UN Comtrade. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak JASP, dilengkapi uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil uji t menunjukkan nilai tukar (p=0,920), PDB India (p=0,877), dan produksi CPO (p=0,772) masing-masing tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Uji F menunjukkan ketiga variabel secara simultan juga tidak berpengaruh signifikan (F=0,083, p=0,966) dengan nilai R² sebesar 0,047. Temuan ini mengindikasikan dinamika nilai ekspor CPO Indonesia ke India pada periode tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh faktor di luar tiga variabel yang diteliti, seperti harga internasional CPO dan kebijakan tarif impor India.