Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) merupakan salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Meskipun demikian, kontribusi ekspor UMK Indonesia masih relatif rendah dibandingkan beberapa negara ASEAN. Salah satu penyebabnya adalah kualitas kemasan produk yang belum memenuhi standar pasar dari aspek desain, informasi produk, keamanan, legalitas, dan keberlanjutan. Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah membentuk Rumah Kemasan SINTESA Kabupaten Lebak sebagai pusat layanan pengembangan kemasan produk UMK. Namun, implementasi kebijakan tersebut belum berjalan optimal akibat keterbatasan anggaran operasional, sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan, dan keberlanjutan layanan pasca berakhirnya Dana Tugas Pembantuan.Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pengembangan kemasan produk UMK di Kabupaten Lebak serta merumuskan strategi implementasi melalui pendekatan collaborative governance. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pemerintah daerah, pengelola Rumah Kemasan SINTESA, pelaku UMK, dan Rumah Besar Kemasan (RBK) Mojokerto sebagai mitra strategis. Analisis dilakukan menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, serta diperkaya dengan konsep collaborative governance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum optimal terutama pada aspek sumber daya dan struktur birokrasi. Keterbatasan dukungan anggaran daerah, ketidakfleksibelan mekanisme pengelolaan keuangan pemerintah, serta belum adanya model kelembagaan yang berkelanjutan menyebabkan layanan Rumah Kemasan belum mampu memenuhi kebutuhan UMK secara optimal. Penelitian ini menawarkan strategi implementasi melalui model collaborative governance yang melibatkan pemerintah daerah, RBK Mojokerto, koperasi, BUMD, perguruan tinggi, dan pelaku UMK dalam satu ekosistem pengelolaan rumah kemasan. Model tersebut diharapkan mampu meningkatkan keberlanjutan layanan sekaligus memperkuat daya saing produk UMK di Kabupaten Lebak.
Copyrights © 2026