Pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pada Poliklinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Metro Jaya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan anggaran, kuota pelatihan, tingginya beban kerja, dan belum optimalnya sistem pengembangan kompetensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi pengembangan kompetensi SDM serta merumuskan strategi pengembangannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi, dan telaah regulasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi belum dilaksanakan secara sistematis, terutama dalam pemetaan kompetensi, pelatihan berbasis kebutuhan, pendidikan, dan pengembangan karier. Penelitian ini merumuskan strategi pengembangan kompetensi yang terdiri atas empat komponen utama, yaitu pemetaan kompetensi melalui penyusunan standar kompetensi, asesmen, dan analisis kesenjangan kompetensi; pelatihan berbasis kompetensi yang mencakup pelatihan teknis medis dan digital health; pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi; serta pengembangan karier berbasis kompetensi, talent management, dan sistem merit. Strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat profesionalisme SDM serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Biddokes Polda Metro Jaya.
Copyrights © 2026