Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh uang elektronik dan variabel makroekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan data time series triwulanan periode 2018Q1-2025Q2. Variabel independen meliputi nilai transaksi uang elektronik, inflasi, suku bunga kebijakan BI-7DRR, dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB), serta memasukkan dummy Covid-19 untuk mengontrol shock pandemi. Metode yang digunakan adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk menguji hubungan jangka pendek dan jangka panjang, serta Error Correction Model (ECM) untuk melihat kecepatan penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang. Hasil estimasi menunjukkan adanya kointegrasi dan mekanisme koreksi kesalahan yang signifikan (ECT bernilai negatif dan signifikan), sehingga model mampu menangkap dinamika penyesuaian jangka pendek. Dalam jangka pendek, pengaruh uang elektronik bersifat berfluktuasi: pada periode berjalan tidak signifikan, namun lag tertentu menunjukkan pengaruh signifikan. Inflasi pada lag 1–2 kuartal cenderung menekan pertumbuhan, sedangkan suku bunga menunjukkan pengaruh positif yang muncul dengan jeda. PMTB berpengaruh positif signifikan pada periode berjalan, namun terdapat penyesuaian negatif pada lag berikutnya. Dalam jangka panjang, uang elektronik berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, inflasi berpengaruh positif dan signifikan, suku bunga berpengaruh positif dengan signifikansi lemah (10%), dan PMTB berpengaruh positif dan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan ekosistem pembayaran digital perlu diiringi stabilitas makro dan kesinambungan investasi riil agar mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
Copyrights © 2026