Kemampuan lari sprint 100 meter sangat dipengaruhi oleh daya ledak otot tungkai dan kemampuan menghasilkan kecepatan eksplosif pada fase start maupun akselerasi awal, sehingga diperlukan metode latihan yang efektif untuk meningkatkan performa atlet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan plyometrik terhadap daya ledak otot tungkai dan kemampuan lari sprint 100 meter pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen melalui one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 5 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria usia, kondisi fisik, dan bebas cedera. Instrumen penelitian menggunakan vertical jump test untuk mengukur daya ledak otot tungkai dan tes sprint 100 meter untuk mengukur kecepatan lari. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil pretes dan posttes setelah pemberian program latihan plyometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subjek mengalami peningkatan performa setelah mengikuti program latihan, ditandai dengan meningkatnya hasil vertical jump dan menurunnya waktu tempuh sprint 100 meter. Penurunan waktu sprint terbesar terjadi pada salah satu subjek sebesar 2,51 detik, sedangkan peningkatan vertical jump menunjukkan adanya peningkatan kemampuan eksplosif otot tungkai. Dengan demikian, latihan plyometrik terbukti efektif dalam meningkatkan daya ledak otot tungkai dan kemampuan sprint 100 meter melalui adaptasi neuromuskular dan optimalisasi mekanisme Stretch-Shortening Cycle (SSC). Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan program latihan berbasis sport science untuk meningkatkan performa atlet sprint.
Copyrights © 2026