Resistensi antibiotik menjadi ancaman serius akibat tingginya penggunaan tidak rasional di masyarakat, termasuk remaja. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan penggunaan antibiotik pada pelajar di SMA Negeri 5 Banjarmasin. Kegiatan melibatkan 35 siswa melalui teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan promosi kesehatan tatap muka secara edukatif dan partisipatif menggunakan media visual. Evaluasi diukur menggunakan kuesioner kepuasan, wawancara, serta instrumen pretest-posttest standar WHO yang diuji via Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil analisis menunjukkan peningkatan pengetahuan total siswa yang sangat signifikan (p<0,001). Lonjakan tertinggi terjadi pada aspek pengetahuan aturan obat (Soal No. 4) yang naik drastis dari 57,14% (pretest) menjadi 91,43% (posttest). Kepatuhan jadwal (Soal No. 2) dan penghentian obat dini (Soal No. 6) juga berhasil disempurnakan hingga mencapai 100% pada posttest. Namun, aspek konsistensi minum obat (Soal No. 3) justru turun menjadi 65,71% akibat bias kuesioner baru. Sebanyak 88,57% peserta menyatakan sangat puas terhadap kejelasan materi. Dapat disimpulkan bahwa promosi kesehatan berbasis sekolah efektif meningkatkan literasi bijak antibiotik pada generasi muda. Program serupa perlu diintegrasikan berkelanjutan dengan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Copyrights © 2026