Science and Applied Journal
Vol. 3 No. 1 (2026): Science and Applied Journal (SIAP)

KONSERVASI SATWA LIAR DI ERA PERUBAHAN IKLIM: TREN PENELITIAN, TANTANGAN, DAN AGENDA MASA DEPAN

John F. Sahusilawane (Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura, Ambon)
Arysad Lubis (Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2026

Abstract

Perubahan iklim adalah salah satu pendorong utama hilangnya keanekaragaman hayati global saat ini, tetapi belum banyak upaya yang memetakan secara sistematis bagaimana sebenarnya penelitian konservasi satwa liar merespons ancaman tersebut. Artikel ini menyusun tinjauan literatur sistematis mengikuti protokol PRISMA 2020, dengan tiga pertanyaan sebagai pemandu: (1) bagaimana tren dan sebaran tematik penelitian konservasi satwa liar terkait perubahan iklim dalam satu dekade terakhir; (2) strategi konservasi adaptif-iklim apa yang paling banyak diteliti dan diterapkan; dan (3) kelompok taksa serta kawasan geografis mana yang paling banyak, dan paling sedikit, mendapat perhatian riset. Penelusuran dilakukan pada basis data akademik daring memakai kombinasi kata kunci seputar perubahan iklim, konservasi, dan satwa liar, lalu studi yang memenuhi kriteria inklusi disintesis secara naratif-tematik. Hasilnya memperlihatkan tiga klaster tematik yang dominan: dampak biofisik perubahan iklim terhadap distribusi dan fenologi spesies; strategi adaptasi berbasis kawasan lindung dan konektivitas lanskap; serta migrasi terbantu (assisted migration) dan mitigasi konflik manusia-satwa. Kesenjangan paling mencolok justru terjadi pada taksa ektoterm seperti amfibi dan reptil, dan pada kawasan Afrika, Asia, serta Amerika Selatan   padahal kawasan-kawasan inilah yang menjadi pusat keanekaragaman hayati dunia. Studi ini menyimpulkan bahwa agenda riset ke depan perlu memperluas cakupan taksonomi dan geografis, mengintegrasikan pengetahuan lokal dan adat, serta membangun kerangka kerja adaptif multi-skala yang menghubungkan riset biofisik dengan implementasi kebijakan di kawasan tropis yang selama ini kurang terwakili.

Copyrights © 2026