Perkembangan motorik kasar merupakan aspek fundamental pada siswa sekolah dasar yang berimplikasi pada kesiapan belajar dan aktivitas fisik sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) dan menganalisis dampaknya terhadap perkembangan motorik kasar siswa kelas V. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif evaluatif dengan subjek 28 siswa dan satu guru PJOK di SD Negeri 35 Palembang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui kredibilitas, keteralihan, ketergantungan, dan kepastian. Hasil menunjukkan bahwa pelaksanaan SAIH berlangsung secara terstruktur dengan 14 dari 15 indikator observasi tercapai secara konsisten. Aspek kelincahan dan kekuatan menunjukkan perkembangan positif, sedangkan koordinasi gerak dan keseimbangan masih memerlukan scaffolding intensif. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa stimulus ritmik-musikal berkontribusi signifikan pada neuromuskular siswa usia 10–11 tahun. Disarankan integrasi SAIH dalam kurikulum PJOK dengan modifikasi progresif untuk mengakomodasi heterogenitas kemampuan motorik.
Copyrights © 2026