Bencana alam seperti tsunami, banjir, dan gempa bumi sering menimbulkan situasi darurat yang memerlukan proses evakuasi cepat dan tepat untuk meminimalkan risiko korban jiwa. Tantangan utama dalam pelaksanaan evakuasi adalah keterbatasan informasi mengenai jalur yang aman dan layak digunakan, terutama ketika kondisi jalan berubah secara dinamis. Penelitian ini mengusulkan model penentuan jalur evakuasi menggunakan algoritma Dijkstra berbasis multi-kriteria dengan mengintegrasikan delapan parameter penentu kelayakan rute, yaitu panjang segmen jalan, kecepatan tempuh, lebar jalan, kemiringan, jenis jalan, jarak ke titik rawan, jarak ke titik evakuasi, dan aksesibilitas. Data spasial jaringan jalan dan atribut pendukung dianalisis melalui proses normalisasi min–maks dan pembobotan, kemudian digunakan dalam fungsi biaya komprehensif untuk setiap ruas jalan. Pengujian dilakukan pada studi kasus wilayah Surung Batang, menghasilkan jalur optimal A–C–E dengan total biaya 0,785. Hasil ini berbeda dengan Dijkstra standar berbasis jarak yang memilih rute A–B–C–E, yang meskipun lebih pendek secara fisik namun memiliki risiko lebih tinggi berdasarkan parameter keselamatan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan multi-kriteria lebih efektif dan realistis dalam menentukan jalur evakuasi yang aman dibandingkan metode jarak semata. Model ini berpotensi diterapkan dalam sistem evakuasi berbasis mobile dan mendukung pengambilan keputusan oleh instansi kebencanaan.
Copyrights © 2026