Kawasan Kota Lama Surabaya merupakan kawasan heritage yang telah direvitalisasi dan berkembang sebagai destinasi wisata perkotaan sehingga intensitas aktivitas pejalan kaki semakin meningkat, khususnya di koridor Jalan Rajawali (Kawasan Eropa) dan Jalan Kembang Jepun (Kawasan Pecinan). Namun, observasi lapangan masih menemukan berbagai permasalahan seperti trotoar licin dan tergenang air, gangguan kendaraan bermotor, kebersihan kawasan yang kurang optimal, serta aktivitas lain yang mengganggu ruang gerak pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pengguna, tingkat kepentingan dan kinerja atribut fasilitas pedestrian, mengukur kepuasan pengguna dengan metode Customer Satisfaction Index (CSI), serta menentukan prioritas perbaikan melalui Importance Performance Analysis (IPA). Pendekatan kuantitatif deskriptif diterapkan dengan penyebaran kuesioner kepada 200 responden. Hasil CSI menunjukkan nilai kepuasan Segmen Kawasan Eropa sebesar 76,55% (kategori Puas) dan Segmen Kawasan Pecinan sebesar 67,99% (kategori Cukup Puas). Analisis IPA mengidentifikasi atribut prioritas perbaikan pada Kawasan Eropa meliputi material trotoar tidak licin, trotoar bebas genangan, kebersihan jalur pedestrian, kebersihan lingkungan sekitar, gangguan kendaraan bermotor, ketersediaan tempat duduk, dan gangguan aktivitas lain. Pada Kawasan Pecinan, prioritas utama mencakup kebersihan jalur pedestrian, kebersihan lingkungan sekitar, gangguan kendaraan bermotor, dan gangguan aktivitas lain pada area pedestrian.
Copyrights © 2026