Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di wilayah tropis, termasuk Kabupaten Pringsewu, Indonesia. Pada tahun 2024, Pringsewu mencatat 723 kasus DBD dengan tiga kematian, meningkat 366% dibandingkan tahun 2023. Lonjakan ini disebabkan oleh genangan air yang memfasilitasi perkembangbiakan nyamuk dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pelaporan akibat belum adanya platform pelaporan yang mudah diakses. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pemantauan dini DBD berbasis web crowdsourcing dan analisis geospasial di Kabupaten Pringsewu. Pengembangan sistem dilakukan dengan pendekatan Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknologi Leaflet.js digunakan untuk memvisualisasikan pola penyebaran penyakit melalui pemetaan geospasial interaktif dengan marker dinamis yang menunjukkan zona risiko. Aplikasi yang dirancang berhasil memenuhi kebutuhan fungsional utama meliputi login, pelaporan kasus real-time, pelaporan kegiatan PSN, visualisasi peta geospasial, notifikasi dini, manajemen data, dashboard analitik, dan riwayat laporan pengguna. Pengujian kompatibilitas menunjukkan sistem berjalan baik pada berbagai perangkat dan browser, sementara pengujian fungsionalitas dan Black Box Testing memastikan seluruh fitur bekerja sesuai rancangan. Integrasi crowdsourcing dengan analisis geospasial terbukti meningkatkan kemampuan deteksi dini, mempercepat respons terhadap potensi wabah, dan mendukung Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021-2025.
Copyrights © 2026