Pohon ketapang (Terminalia catappa) merupakan tanaman tropis yang tersebar luas di wilayah pesisir Indonesia, termasuk di Kelurahan Waibalun. Pohon ketapang memiliki karakteristik morfologi yang khas dan mudah dikenali, mulai dari bentuk daunnya yang lebar hingga buahnya yang elips. daun ketapang mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid yang memiliki aktivitas biologi tinggi, termasuk sifat antioksidan dan antimikroba yang kuat. Pemanfaatan sumber daya lokal ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bahan sediaan farmasi alami, dan juga dikenal sebagai tanaman serbaguna dengan manfaat ekologis dan ekonomisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat ekstrak daun ketapang terhadap pertumbuhan bakteri P.acne. Penelitian dilakasanakan dalam 4 tahap utama, yaitu tahap pengambilan sampel, preparasi sampel, ektraksi, dan uji daya hambat. Sampel daun ketapang diperoleh dari lokasi ekosistem pohon ketapang di pesisir pantai Waibalun. Sampel diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi, sedangkan uji daya hambat dilakukan dengan metode difusi cakram dengan menggunakan 4 variasi konsentrasi ekstrak daun ketapang, yaitu 2.5%, 5%, 7.5% dan 10%. Amoxilin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun ketapang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri P. acne yang ditandai dengan terbentuknya zona bening di sekitar cakram. Diamenter daya hambat yang terbentuk dari konsentrasi ekstrak 2.5%, 5%, 7.5% dan 10% serta kontrol positif berturut turut sebesar 27,55 mm, 29,25 mm, 31,35 mm, 33,38 mm, 24,25 mm, dari hasil ini aktivitas antibakteri ekstrak daun ketapang tergolong dalam aktivitas sangat kuat.
Copyrights © 2026