Perdamaian dunia menjadi salah satu agenda penting dalam hubungan internasional di tengah meningkatnya konflik geopolitik, polarisasi global, dan berbagai krisis kemanusiaan yang terjadi di berbagai kawasan dunia. Dalam konteks tersebut, Indonesia berupaya memperkuat perannya melalui diplomasi moderasi yang mengedepankan dialog, toleransi, dan kerja sama internasional. Namun, pemahaman publik mengenai peran tersebut tidak terlepas dari konstruksi yang dibangun media massa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi media atas diplomasi moderasi melalui framing Majalah Tempo terkait peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh dari sejumlah pemberitaan Majalah Tempo yang membahas diplomasi Indonesia dalam isu perdamaian global, kemudian dianalisis menggunakan model framing Robert N. Entman yang meliputi define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majalah Tempo mengonstruksikan ketidakstabilan global sebagai masalah utama yang membutuhkan pendekatan diplomasi yang lebih inklusif. Penyebab masalah dibingkai berasal dari ketimpangan struktur internasional, rivalitas geopolitik, dan melemahnya efektivitas dialog antarnegara. Pada aspek penilaian moral, Tempo merepresentasikan Indonesia sebagai aktor yang menjunjung nilai toleransi, kemanusiaan, dan perdamaian dalam hubungan internasional. Sementara itu, solusi yang ditawarkan berfokus pada penguatan diplomasi moderasi, kerja sama multilateral, mediasi, dan dialog sebagai instrumen penyelesaian konflik global. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Majalah Tempo tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai aktor yang membangun legitimasi dan citra Indonesia sebagai negara yang berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dunia melalui diplomasi moderasi.
Copyrights © 2026