Permasalahan sampah masih menjadi tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Desa Sukunan, Kabupaten Sleman, dikenal sebagai salah satu desa percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkembang melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran unsur pentahelix dalam pengelolaan sampah Desa Sukunan serta mengkaji implementasinya berdasarkan perspektif maqashid syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, serta media. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan bantuan perangkat lunak ATLAS.ti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah Desa Sukunan telah melibatkan unsur pentahelix secara kolaboratif, meskipun intensitas keterlibatan antaraktor masih berbeda. Pemerintah berperan sebagai fasilitator dan regulator, akademisi sebagai penyedia pengetahuan, pelaku usaha sebagai penggerak nilai ekonomi, masyarakat sebagai aktor utama, serta media sebagai sarana promosi dan edukasi. Perspektif maqashid syariah menunjukkan adanya implementasi nilai hifz al-mal melalui penciptaan nilai tambah ekonomi dari sampah, hifz al-nafs melalui lingkungan yang sehat, serta kemaslahatan sosial melalui distribusi manfaat ekonomi berbasis komunitas. Pengelolaan sampah Desa Sukunan tidak hanya berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026