Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas wisata berbasis gender dan kompetensi entrepreneurship pengelola terhadap kepuasan pengunjung di Wangun Situ Lembang Camp Rancakalong Kabupaten Sumedang. Pengembangan destinasi wisata alam tidak hanya memerlukan daya tarik alam, tetapi juga fasilitas yang inklusif serta kemampuan pengelola dalam memberikan pelayanan dan mengembangkan destinasi. Berdasarkan pengamatan awal, masih ditemukan beberapa permasalahan terkait aksesibilitas, toilet perempuan, ruang menyusui, tempat istirahat, penerangan, keamanan, pelayanan pengelola, dan promosi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian adalah 2.270 pengunjung Wangun Situ Lembang Camp pada tahun 2025. Sampel sebanyak 100 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan studi literatur. Analisis data meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis deskriptif, regresi linier berganda, korelasi, koefisien determinasi, uji parsial, dan uji simultan menggunakan SPSS. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa fasilitas wisata berbasis gender memperoleh persentase 83,95% dengan kategori baik, kompetensi entrepreneurship pengelola memperoleh 84,33% dengan kategori sangat baik, dan kepuasan pengunjung memperoleh 82,35% dengan kategori baik. Persamaan regresi yang diperoleh adalah (Y = 18,611 + 0,193X_1 + 0,233X_2). Secara parsial, fasilitas wisata berbasis gender dan kompetensi entrepreneurship pengelola masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung dengan nilai t-hitung 2,262 dan signifikansi 0,026. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung dengan nilai F-hitung 5,916 dan signifikansi 0,004. Nilai koefisien determinasi sebesar 10,9%, sedangkan 89,1% lainnya dipengaruhi oleh variabel di luar model penelitian.
Copyrights © 2026