Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tekanan stakeholder (tekanan karyawan, tekanan pemegang saham, dan tekanan kreditur) serta ukuran perusahaan terhadap pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2024. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan. Sampel penelitian terdiri dari 47 perusahaan manufaktur yang dipilih melalui teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 235 observasi data panel selama lima tahun. Teknik analisis data menggunakan regresi data panel dengan model Fixed Effect Model (FEM) yang diestimasi menggunakan software Eviews 14, setelah melalui Uji Chow dan Uji Hausman. Hasil penelitian pada taraf signifikansi 5% menunjukkan bahwa secara parsial, tekanan karyawan, tekanan pemegang saham, dan tekanan kreditur tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan ESG, sementara ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut terbukti berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan ESG dengan kemampuan menjelaskan sebesar 40,99%. Temuan ini mengindikasikan bahwa kapasitas sumber daya perusahaan, yang tercermin dari skala aset, menjadi faktor pendorong utama transparansi ESG dibandingkan tekanan dari kelompok stakeholder secara individual. Penelitian ini memberikan implikasi bagi manajemen perusahaan manufaktur untuk memperkuat kapasitas sumber daya sekaligus membangun kesadaran internal terhadap pengungkapan ESG secara proaktif, terlepas dari besar kecilnya tekanan stakeholder yang diterima.
Copyrights © 2026