Intan Tsamrotul Fu’adah
Department Of Pharmacy, STIKes Widya Dharma Husada, South Tangerang, Indonesia

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS EKSOPOLISAKARIDA DARI BAKTERI ASAM LAKTAT HASIL FERMENTASI KEFIR KOLOSTRUM Nurhasanah Nurhasanah; Intan Tsamrotul Fu'adah; Heri Satria; Suripto Dwi Yuwono
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 5, No 1 (2020): Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.659 KB) | DOI: 10.23960/aec.v5i1.2020.p65-73

Abstract

Eksopolisakarida (EPS) merupakan polisakarida yang disekresikan oleh mikroba keluar dinding sel, salah satunya oleh bakteri asam laktat (BAL). Kefir kolostrum merupakan minuman fermentasi yang berpotensi sebagai sumber BAL. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan EPS dari BAL hasil kefir kolostrum. Untuk mencapai tujuan tersebut, isolat BAL hasil fermentasi kefir kolostrum diuji kemampuannya dalam menghasilkan EPS melalui pengamatan morfologi pada media MRSA dan karakter isolat ditentukan melalui identifikasi mikroskopik. Produksi EPS dilakukan dengan menumbuhkan kultur pada media MRSB dan dipisahkan dengan metode sentrifugasi. Analisis kandungan kadar total gula EPS diuji dengan metode fenol-sulfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 13 isolat BAL penghasil EPS yaitu BEK 1-13 dengan 9 isolat berbentuk mucoid dan 4 isolat ropy. Produksi EPS tertinggi diperoleh dari isolat BEK 13 yaitu 4840 mg/L,  sedangkan kadar gula EPS tertinggi diperoleh dari isolat BEK 1 sebesar 579,56 mg/L.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v5.i1.2020.p65-73
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUKA KABUPATEN CIANJUR PERIODE JANUARI – FEBRUARI 2022 Lia Zia Ulhaq; Usi Yusnitaswari; Gina Aulia; Tania Rizki Amalia; Amelia Nurul Hakim; Intan Tsamrotul Fu’adah; Sayyidah Sayyidah
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 2, No 2 (2022): PHRASE (PHARMACEUTICAL SCIENCE) JOURNAL VOL 2 NO 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v2i2.414

Abstract

Kepatuhan minum obat merupakan penentu utama keberhasilan pengobatan. Ketidakpatuhan minum obat dapat menyebabkan perburukan penyakit, kematian, dan peningkatan biaya kesehatan. Di negara maju, tingkat kepatuhan minum obat jangka panjang pada populasi umum adalah sekitar 50%, sedangkan di negara berkembang, angka tersebut lebih rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Muka Kabupaten Cianjur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menyebarkan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 64 responden pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Muka Kabupaten Cianjur Periode Januari – Februari 2022 tergolong rendah, yaitu sebanyak 50,25%.
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF KADAR SAKARIN PADA MINUMAN ES TEH MANIS DI PAMULANG TIMUR Pomalingo, Dwina Ramadhani; Fadhilah, Humaira; Maelaningsih, Firdha Senja; Zulfahrin, LM; Fu'adah, Intan Tsamrotul; Linawati, Linawati; Fauziah, Vina; Utami, Anissa
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 5, No 1 (2025): Vol 5 No 1 : Pharmaceutical Science Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v5i1.1073

Abstract

 Sakarin (C7H5NO3S) merupakan pemanis buatan yang digunakan masyarakat sebagai pengganti gula karna rasanya yang manis, sifatnya yang stabil dan bermanfaat bagi penderita diabetes untuk mengurangi kalori, Penggunaan sakarin dapat menimbulkan efek samping akut pada gangguan tenggorokan berupa batuk dan radang serta efek samping kronis seperti mual, muntah dan kanker kandung kemih.  Produk minuman yang menggunakan sakarin di antaranya adalah minuman ringan (soft drinks). Produk minuman ringan salah satunya yaitu minuman teh. Minuman teh masih menjadi peminat konsumen yang unggul, Produk teh ialah minuman mengandung kafein, dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis. Penelitian ini menggunakan 5 (lima) sampel minuman es teh solo yang dijual disekitar wilayah pamulang timur. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan konsentrasi sakarin dalam sampel minuman es teh manis di sekitar pamulang timur dengan mengacu pada persyaratan yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No.4 tahun 2014 tentang batas penggunaan maksimum bahan tambahan pangan sakarin yaitu 300 mg/kg. Metode yang digunakan yaitu uji kualitatif menggunakan Metode Uji Reaksi Warna dengan perekasi resorsinol dan uji kuantitaif dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis. Hasil penelitian Uji kualitatif menunjukkan bahwa ke 5 sampel minuman es teh manis semuanya negatif sakarin dengan ditandai tidak adanya perubahan warna hijau fluoresensi pada sampel. Uji kuantitatif menunjukkan Kadar sakarin pada ke 5 sampel yang di uji yaitu sampel 1 sebesar 35,54 mg/kg, sampel 2 sebesar 16,18 mg/kg, sampel 3 sebesar 87,18 mg/kg, sampel 4 sebesar 757,8 mg/kg dan sampel 5 sebesar 542,8 mg/kg dan didapatkan nilai koefisien korelasi yaitu 0,9268 yang memenuhi kriteria 1 dengan nilai LOD sebesar 27,13 mg/ml dan nilai LOQ sebesar 90,45 mg/ml. Untuk sampel teh nilai LOD sebesar 3, 225 mg/ml dan nilai LOQ sebesar 10,753 mg/ml. Kesimpulan penelitian ini yaitu 5 sampel minuman es teh manis yang dijual disekitar pamulang timur tidak mengandung sakarin serta sampel ke 4 dan 5 kadarnya tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No.4 tahun 2014.
THE INFLUENCE OF DIFFERENCES IN THE CONCENTRATION OF 70% ETHANOL EXTRACT OF YARROW LEAVES (Achillea millefolium L) IN GEL FORMULATION ON PHYSICAL PROPERTIES, PHYSICAL STABILITY, AND ANTIBACTERIAL ACTIVITY AGAINST Pseudomonas aeruginosa IN VITRO Nasar, Nur Afni Syariah; Nafisah, Lina; Fu'adah, Intan Tsamrotul; Pomalingo, Dwina Ramadhani; Fauziah, Siva
Edu Masda Journal Vol 9, No 2 (2025): EDU MASDA JOURNAL
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v9i2.297

Abstract

                                                 ABSTRACTMany infections are caused by bacteria, viruses, fungi, or other minor groups. One of the bacteria that can cause skin infections is Pseudomonas aeruginosa. Yarrow (Achillea millefolium L) is a plant that is empirically used to treat bleeding wounds on the skin. This research was conducted by testing the antibacterial activity of 70% ethanol extract and in gel dosage form at concentrations of 5%, 10%, and 15% using the disc diffusion method. The reference substance/positive control used is gentamicin, and the negative control is sterile distilled water. The research results show that antibacterial activity at a concentration of 5% provides an inhibition zone against Pseudomonas aeruginosa bacteria of 16.46 mm, while the gel formulation at a concentration of 15% effectively inhibits the growth of Pseudomonas aeruginosa bacteria with an inhibition zone of 22.69 mm. Stability testing of the gel formulation during storage did not show any changes in colour, taste, odour, or form organoleptically. Homogeneous gel preparations with appropriate pH, spreadability, and viscosity remained stable for 28 days at different temperatures.                                           ABSTRAKBanyak infeksi disebabkaan oleh bakteri virus, jamur, atau beberapa kelompok minor lainnya. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi kulit adalah bakteri Pseudomonas aeruginosa. Daun Seribu (Achillea millefolium L) merupakan tumbuhan yang secara empiris digunakan untuk mengobati luka pendarahan pada kulit. Penelitian ini dilakukan dengan uji aktivitas antibakteri terhadap ekstrak etanol 70% dan dalam bentuk sediaan gel dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% dengan menggunakan metode difusi cakram. Sebagai zat pembandingnya/Kontrol positif yang digunakan adalah gentamicin dan sebagai kontrol negatif adalah aquadest steril. Hasil penelitian  menunjukan bahwa aktivitas antibakteri dengan konsentrasi 5% memberikan zona hambat pada bakteri Pseudomonas aeruginosa  16,46 mm sedangkan dalam bentuk sediaan gel dengan konsentrasi 15% efektif menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa dengan zona hambat 22,69 mm. Uji stabilitas sediaan gel  pada penyimpanan secara organoleptik tidak terjadi perubhan warna, rasa, bau dan bentuk. Sediaan gel homogen dengan pH, daya sebar dan viskositas sesuai selama 28 hari dengan suhu yang berbeda.
Formulation of Nutraceutical Dosage Form Cempedak Leaves (Artocarpus integer (Thunb.) Merr) Cereal as Immunity Booster for Children Esadini, Aya Rana; Aulia, Gina; Fu’adah, Intan Tsamrotul
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 14, NUMBER 1, FEBRUARY 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cempedak (Artacorpus integer (Thunb.) Merr) is a plant whose fruit is commonly consumed by the public. However, the leaves are still not widely used and have been reported to have various benefits as efficacious herbal medicines. This is due to its phenolic compounds which play a role in counteracting free radicals and indirectly positively impact the body's immunity. This study aims to formulate cempedak leaf cereal as a new nutraceutical for children. The stages carried out include making extracts, cereal formulations, and evaluating the characteristics of cempedak leaves cereal including organoleptic, specific gravity, compressibility index, flow rate, granule repose angle, moisture content, reconstitution time, organoleptic and pH tests after reconstitution, sedimentation volume, and physical stability test. The formulations were three variations, namely F1 (containing 1% extract), F2 (containing 3% extract), and F3 (containing 5% extract) in the form of granules using wet granulation methods. The formulation and evaluation results of the three formulations are not much different from one another. However, based on the results of the compressibility index, F2 met the good standard criteria, namely 9.23%. The aroma and taste of the formulation are the same as commercial cereals, so we are sure that children will like them. In addition, the results of phytochemical tests also showed that the secondary metabolites contained in cempedak leaf extract could act as immune boosters. The three formulations also showed good stability for 30 days. Based on the results, our formulation met the criteria as nutraceuticals.
ANALISIS EKSOPOLISAKARIDA DARI BAKTERI ASAM LAKTAT HASIL FERMENTASI KEFIR KOLOSTRUM Nurhasanah, Nurhasanah; Fu'adah, Intan Tsamrotul; Satria, Heri; Yuwono, Suripto Dwi
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 5, No. 01 April (2020) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v5i1.2020.p65-73

Abstract

Eksopolisakarida (EPS) merupakan polisakarida yang disekresikan oleh mikroba keluar dinding sel, salah satunya oleh bakteri asam laktat (BAL). Kefir kolostrum merupakan minuman fermentasi yang berpotensi sebagai sumber BAL. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan EPS dari BAL hasil kefir kolostrum. Untuk mencapai tujuan tersebut, isolat BAL hasil fermentasi kefir kolostrum diuji kemampuannya dalam menghasilkan EPS melalui pengamatan morfologi pada media MRSA dan karakter isolat ditentukan melalui identifikasi mikroskopik. Produksi EPS dilakukan dengan menumbuhkan kultur pada media MRSB dan dipisahkan dengan metode sentrifugasi. Analisis kandungan kadar total gula EPS diuji dengan metode fenol-sulfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 13 isolat BAL penghasil EPS yaitu BEK 1-13 dengan 9 isolat berbentuk mucoid dan 4 isolat ropy. Produksi EPS tertinggi diperoleh dari isolat BEK 13 yaitu 4840 mg/L,  sedangkan kadar gula EPS tertinggi diperoleh dari isolat BEK 1 sebesar 579,56 mg/L.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v5.i1.2020.p65-73
Comparison of Indonesian Herbal Drinks Empon-empon and Wedang Pokak for Vitamin C Content and Antioxidant Activity Hasanah, Nur; Utami, Sheila Meitania; Fu’adah, Intan Tsamrotul; Pomalingo, Dwina Ramadhani; Satria, Beny Maulana; Santoso, Pugoh; Tulandi, Silvester Maximus; Ismail, Ayu Indayanti
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 15, NUMBER 2, JULY-DECEMBER 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Empon-Empon and Wedang Pokak are traditional Indonesian herbal drinks prepared from various spices through a simple production process. Empon-Empon consists of red ginger, turmeric, nutmeg, aromatic ginger, bay leaves, lemongrass, galangal, cinnamon, and cloves. At the same time, Wedang Pokak contains red ginger, cloves, lemongrass, cinnamon, cardamom, pandan leaves, and star anise. Both drinks are widely recognized as sources of antioxidants and vitamin C, and are believed to strengthen the immune system. This study aimed to determine the vitamin C content and antioxidant activity of Empon-Empon and Wedang Pokak. Vitamin C analysis was carried out using UV-Vis spectrophotometry, which showed a maximum wavelength at 245 nm with a linear regression equation y = 0.0434x – 0.0967 (R² = 0.9942). The vitamin C content was 23.33 µg/mL (0.233%) in Empon-Empon and 20.28 µg/mL (0.202%) in Wedang Pokak. Antioxidant activity was determined using the DPPH method, yielding inhibition percentages of 21.28% (20 µg/mL), 40.16% (40 µg/mL), 46.48% (60 µg/mL), and 59.67% (80 µg/mL) for Wedang Pokak, with an IC₅₀ value of 63.33 µg/mL. This activity was lower than Empon-Empon (IC₅₀ 40.53 µg/mL) and pure vitamin C (IC₅₀ 3.77 µg/mL). In conclusion, Empon-Empon exhibited higher vitamin C content and stronger antioxidant activity than Wedang Pokak, highlighting its potential as a functional drink to support health.
TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP PASIEN DIABETES MELLITUS PADA PENGGUNAAN VCO DI PUSKESMAS RAWA MEKAR JAYA Fahriati, Andriyani Rahmah; Rubiana, Amalia Cinta; Oktovina, Magdalena Niken; Hartono, Irwan; Aulia, Gina; Saputri, Dea Maulidi; Fu'adah, Intan Tsamrotul
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 5, No 2 (2025): Pharmaceutical Science Journal Vol 5 No 2, 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v5i2.1177

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a group of metabolic disorders characterized by hyperglycemia accompanied by abnormal carbohydrate, fat, and protein metabolism. Diabetic foot ulcers are a common complication of diabetes. Diabetic wound care is not solely handled with antibiotics; wound care is mandatory. In diabetic wound care practices, the use of VCO (Virgin Coconut Oil) is often chosen because it maintains wound moisture and is more economical. Knowledge and attitudes are important factors to analyze in supporting therapy. The purpose of this study was to analyze the level of knowledge and attitudes of diabetes mellitus patients regarding the use of VCO at the Rawa Mekar Jaya Community Health Center. This study used a prospective observational research method. Patient samples were selected using a non-random sampling technique (purposive sampling) and must meet the inclusion criteria. The sample consisted of 121 DM patients. The results showed that 78 respondents had good knowledge, of which 62 respondents (51.2%) had a good attitude towards the use of VCO, and 16 respondents (13.2%) showed a poor attitude. Meanwhile, there were 43 respondents with less knowledge, of which 16 respondents (13.2%) had a good attitude and 27 respondents (22.3%) had a less than good attitude. It is known that respondents who have good knowledge, their attitudes towards the use of VCO also increase, as indicated by the results of the bivariate analysis, where the p-value is 0.000 (p 0.05) so it is concluded that there is a relationship between the level of knowledge and the attitudes of diabetes patients on the use of VCO about their treatment.
INOVASI M-DIABET CARE BERBASIS APLIKASI ANDROID TERHADAP PENINGKATAN KEPATUHAN TATALAKSANA TERAPI, QUALITY OF LIFE DAN PENURUNAN MORBIDITAS PASIEN DIABETES MELITUS Kurniawati, Dewi Indah; Aulia, Gina; Fu'adah, Intan Tsamrotul
Edu Masda Journal Vol 10, No 1 (2026): EDU MASDA JOURNAL
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v10i1.298

Abstract

Diabetes melitus (DM) memiliki prevalensi tinggi secara global dan di Indonesia, yang menempati peringkat pertama di Asia Tenggara, sehingga menjadi prioritas skrining oleh Dinkes Tangerang Selatan untuk menekan dampak kesehatan dan biaya pengobatannya. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan inovasi seperti aplikasi M-Diabet Care berbasis Android guna meningkatkan kepatuhan terapi, kualitas hidup, dan menurunkan morbiditas pasien DM, khususnya di wilayah dengan prevalensi tinggi seperti Tangerang Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix methode exploratory, dilanjutkan pengembangan dan uji coba aplikasi dengan metode kuantitatif dengan true experimental. Hasil penelitian diperoleh kelompok kontrol.mayoritas responden yang memiliki kepatuhan minum obat tinggi berjumlah 32 responden (64%) dan mayoritas responden yang memiliki kualitas hidup tinggi berjumlah 40 responden (80%) kemudian pada kelompok intervensi mayoritas responden yang memiliki kepatuhan minum obat tinggi berjumlah 22 responden (44%) dan mayoritas responden yang memiliki kualitas hidup tinggi berjumlah 40 responden (80%).diabetes secara lebih efektif, khususnya di wilayah dengan prevalensi tinggi seperti Tangerang Selatan