Penelitian ini akan mengkaji pengaruh budaya digital terhadap pembentukan identitas sosial Gen Z di platform TikTok. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif deskriptif interpretatif berdasarkan kerangka teoritis Studi Budaya Stuart Hall, yang memandang identitas sebagai hasil dari praktik representasi dan dinamika kekuasaan simbolik. Data dikumpulkan melalui pemantauan digital materi TikTok dan wawancara mendalam dengan pengguna TikTok aktif berusia 17-25 tahun. Temuan menunjukkan bahwa TikTok berfungsi sebagai ruang sosial di mana identitas Gen Z terbentuk melalui ekspresi diri, keterlibatan dalam tren budaya digital, dan hubungan simbolis yang difasilitasi oleh algoritma platform. Identitas sosial ditandai oleh performativitas, kolektivitas, dan dorongan menuju standarisasi sesuai dengan tren yang viral, popularitas, dan validasi sosial setelah terbentuk. Meskipun TikTok memfasilitasi kreativitas dan solidaritas simbolis, penelitian ini juga menemukan adanya tekanan terhadap keaslian individu terkait dengan dinamika ekonomi perhatian platform tersebut. Namun, terdapat beberapa pengguna yang menunjukkan literasi digital reflektif sebagai cara bernegosiasi dengan, atau menentang, diskursus digital hegemonik. Oleh karena itu, penelitian ini berkontribusi pada sosiologi digital dengan menekankan bahwa pembentukan identitas di kalangan Gen Z di media sosial merupakan proses sosial dinamis yang melibatkan hubungan kuasa yang khas dalam budaya digital era saat ini.
Copyrights © 2025