Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media sosial digital dan bias perilaku (herding, overconfidence, risk aversion) terhadap keputusan investasi digital Generasi Z di Kota Semarang, serta peran literasi keuangan sebagai variabel moderasi. Berdasarkan landasan Behavioral Finance, studi kuantitatif eksplanatori ini menggunakan purposive sampling untuk mendapatkan 150 responden investor aktif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa media sosial digital, herding behavior, overconfidence, risk aversion, dan literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi. Selanjutnya, literasi keuangan terbukti mampu memoderasi pengaruh media sosial, overconfidence, dan risk aversion, namun gagal memoderasi dampak herding behavior. Riset ini berkontribusi membuktikan peran literasi keuangan sebagai penyangga kognitif (cognitive buffer) sekaligus memberikan masukan bagi regulator dan penyedia platform investasi dalam mengoptimalkan edukasi keuangan bagi investor muda.
Copyrights © 2026