Perbedaan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) antarwilayah di Provinsi Jawa Tengah menggambarkan adanya variasi karakteristik sosial ekonomi dan ketenagakerjaan yang memengaruhi kebijakan pengupahan daerah. Penelitian ini dilakukan bertujuan menganalisis bagaimana pengaruh rata-rata lama sekolah (RLS), tingkat pengangguran terbuka (TPT), dan rasio ketergantungan (DR) terhadap UMK di kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah. Penelitian menggunakan metode regresi data panel 35 kab/kota di Jawa Tengah dengan 170 observasi kurun waktu 2020 hingga 2024. Hasil uji data panel menunjukkan bahwa Rata-rata lama sekolah serta tingkat pengangguran berpengaruh terhadap UMK sedangkan rasio ketergantungan tidak berpengaruh pada UMK Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Rata-rata lama sekolah berpengaruh positif yang menunjukkan bahwa kualitas SDM yang didukung dengan pendidikan mendorong peningkatan upah, sedangkan tingginya angka pengangguran menekan tingkat upah minimum tersebut. Secara keseluruhan, ketiga variabel mampu menjelaskan variasi UMK di Jawa Tengah. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dan penciptaan lapangan kerja sebagai upaya mendukung kebijakan pengupahan yang lebih berkeadilan dan berorientasi pada pembangunan ekonomi daerah.
Copyrights © 2026