Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi komoditas kopi di Desa Taji, Kabupaten Malang, melalui hilirisasi produk. Saat ini, petani masih bergantung pada tengkulak dengan menjual kopi dalam bentuk gelondong, yang menempatkan mereka pada posisi tawar rendah. Melalui metode observasi lapangan, seminar, dan diskusi terpumpun, kegiatan ini berhasil mengubah orientasi 25 anggota kelompok tani dari sekadar menjual bahan mentah menuju pentingnya pengolahan pascapanen menjadi green bean hinggaroasted bean. Meskipun demikian, tantangan utama yang teridentifikasi mencakup keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, serta adanya “paradoks likuiditas” yang mendorong petani menjual hasil panen secara instan. Menjawab tantangan tersebut, program ini merancang pemberian hibah alat pengolahan (pulper dan roaster) serta pelatihan pemasaran digital berbasis kecerdasan artifisial (AI) bagi pemuda desa sebagai strategi pemangkasan rantai distribusi. Lebih lanjut, keberhasilan hilirisasi sangat bergantung pada penguatan kelembagaan kelompok tani, seperti pembentukan sistem simpan pinjam untuk menyediakan dana talangan bagipetani. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mentransformasi sistem usaha tani kopi menuju arah yang lebih bernilai ekonomis, kompetitif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Taji. Implikasi kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas petani melalui teknologi pengolahan, literasi digital, dan kelembagaan ekonomi lokal dapat menjadi model pemberdayaan yang mendukung peningkatan daya saing komoditas kopi berbasis potensi desa serta membuka peluang pengembangan rantai nilai kopi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026