Jurnal Ilmu Lingkungan
Vol 24, No 2 (2026): March 2026

Pemodelan Spasial Distribusi Anggrek Ki Aksara (Macodes petola) di Pulau Jawa Berbasis Maxent

Agung Rahmat Gunawan (Unknown)
Diana Hernawati (Unknown)
Rita Fitriani (Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Science Education, Universitas Siliwangi. Jl. Siliwangi 24, Tasikmalaya 46115, West Java, Indonesia. Tel./fax.: +62-265-330634)



Article Info

Publish Date
18 Jul 2026

Abstract

Anggrek ki aksara (Macodes petola) adalah spesies anggrek terestrial yang populasinya semakin menurun akibat eksploitasi berlebihan dan tekanan lingkungan, sehingga rentan terancam kepunahan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi wilayah potensial keberadaan Macodes petola di Pulau Jawa serta mengidentifikasi faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap distribusinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan Species Distribution Modeling (SDM) menggunakan aplikasi Maxent. Wilayah kajian dalam penelitian ini mencakup seluruh Pulau Jawa, dengan data kehadiran spesies berupa 14 titik koordinat Macodes petola yang diperoleh dari observasi langsung di wilayah Gunung Galunggung serta data sekunder dari GBIF dan studi literatur. Variabel lingkungan yang digunakan meliputi elevasi, slope, aspect, suhu, curah hujan, pH tanah, indeks vegetasi, dan tutupan lahan. Hasil pemodelan menunjukkan kinerja model yang sangat baik dengan nilai AUC sebesar 0,943. Wilayah dengan potensi distribusi tinggi berada di kawasan pegunungan seperti Gunung Gede Pangrango, Gunung Ciremai, dan Gunung Salak. Variabel lingkungan dengan kontribusi terbesar terhadap model adalah jenis tutupan lahan (49,7%), suhu minimum bulan terdingin (24,8%), dan curah hujan musiman (12%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Maxent mampu mengidentifikasi habitat potensial Macodes petola di Pulau Jawa dan dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan lokasi survei, pemantauan populasi, serta prioritas konservasi habitat spesies tersebut.

Copyrights © 2026