Meskipun partisipasi perempuan dalam dunia kerja formal terus meningkat, keterwakilan mereka di posisi manajerial dan strategis masih relatif terbatas. Oleh karena itu, Danantara menetapkan Key Performance Indicator (KPI) keberagaman talenta dengan target partisipasi perempuan sebesar 10%, termasuk di PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi, motivasi kerja, dan multiperan terhadap pengembangan karier pegawai perempuan serta menguji peran moderasi multiperan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode survei terhadap 122 pegawai perempuan pada jenjang Supervisori Atas menggunakan teknik total sampling. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Seluruh konstruk penelitian menunjukkan reliabilitas yang sangat baik (Cronbach's Alpha = 0,856–0,975). Model pengaruh langsung signifikan (F = 43,149; p < 0,001) dan mampu menjelaskan 52,3% variasi pengembangan karier. Kompetensi merupakan prediktor paling dominan (β = 0,590; p < 0,001), diikuti motivasi (β = 0,247; p = 0,001) dan multi peran (β = 0,171; p = 0,009). Pada model moderasi, interaksi kompetensi dan multi peran tidak signifikan (b = -0,001; p = 0,757), sedangkan interaksi motivasi dan multi peran berpengaruh negatif signifikan (b = -0,008; p = 0,030). Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi, sistem karier yang transparan, akses pembelajaran yang fleksibel, dan kepemimpinan yang mendukung keseimbangan kehidupan kerja dalam meningkatkan pengembangan karier pegawai perempuan.
Copyrights © 2026