Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh manajemen modal kerja terhadap profitabilitas perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Manajemen modal kerja diukur melalui periode penagihan piutang, periode penyimpanan persediaan, periode pembayaran utang usaha, dan siklus konversi kas, sedangkan profitabilitas diproksikan menggunakan return on assets. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dan menghasilkan 15 perusahaan dengan 75 observasi perusahaan-tahun. Data penelitian berupa laporan tahunan dan laporan keuangan auditan yang dianalisis menggunakan regresi data panel. Berdasarkan uji Chow, uji Lagrange Multiplier, dan uji Hausman, model yang digunakan adalah fixed effect model dengan firm-clustered robust standard errors. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode penagihan piutang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas dengan koefisien sebesar −0,052. Periode penyimpanan persediaan berpengaruh negatif dan signifikan dengan koefisien sebesar −0,035, sedangkan periode pembayaran utang usaha berpengaruh negatif dan signifikan dengan koefisien sebesar −0,049. Siklus konversi kas juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas dengan koefisien sebesar −0,035. Secara simultan, periode penagihan piutang, periode penyimpanan persediaan, dan periode pembayaran utang usaha berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin lama dana tertahan dalam piutang dan persediaan serta semakin panjang siklus konversi kas, semakin rendah profitabilitas perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mempercepat penagihan piutang, mengoptimalkan persediaan, dan mengelola pembayaran kepada pemasok secara tepat untuk meningkatkan efisiensi modal kerja dan profitabilitas.
Copyrights © 2026