Penelitian ini bertujuan untuk membedah pola inflasi Indonesia dalam dimensi spasial-temporal antar provinsi dengan menggunakan pendekatan Analisis Varians (ANOVA). Data penelitian berupa inflasi bulanan 38 provinsi di Indonesia periode Januari-Desember yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pengolahan data dilakukan dengan perangkat lunak R melalui tahapan import, pembersihan, konversi format, dan transformasi ke bentuk long. Model penelitian menggunakan ANOVA dua faktor, yaitu provinsi dan bulan, dengan uji lanjut TukeyHSD untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan antar kelompok.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor provinsi dan bulan berpengaruh signifikan terhadap tingkat inflasi dengan nilai p < 0,001. Faktor bulan menghasilkan nilai F lebih besar dibandingkan faktor provinsi, menandakan bahwa variasi inflasi sepanjang tahun lebih dominan daripada variasi antar wilayah. Provinsi Papua Pegunungan tercatat memiliki rata-rata inflasi tertinggi, sedangkan Papua Barat menempati posisi terendah. Pola musiman juga terlihat jelas, di mana inflasi cenderung meningkat pada bulan Desember akibat lonjakan konsumsi akhir tahun.Temuan ini menegaskan bahwa dinamika inflasi Indonesia dipengaruhi oleh faktor spasial dan temporal secara bersamaan. Penelitian ini memberikan kontribusi akademis dalam memperkaya literatur inflasi Indonesia serta manfaat praktis bagi perumusan kebijakan pengendalian harga yang lebih adaptif terhadap kondisi lokal dan musiman.
Copyrights © 2026