Kemampuan motorik halus merupakan aspek perkembangan penting yang perlu distimulasi sejak usia dini. Penelitian sebelumnya umumnya mengkaji efektivitas satu jenis kegiatan handicraft terhadap motorik halus anak, sedangkan penelitian yang mengintegrasikan berbagai jenis handicraft berbahan alam dan daur ulang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kegiatan handicraft dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental design berbentuk one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri atas 30 anak kelompok B TK Tarbiyatul Athfal 03 MNU. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan instrumen yang telah valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, paired sample t-test, dan N-Gain. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (pretest = 0,101; posttest = 0,078). Hasil paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000<0,05 yang mengindikasikan adanya peningkatan kemampuan motorik halus setelah perlakuan. Hasil N-Gain sebesar 64,66% berada pada kategori cukup efektif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi kegiatan ecoprint, batik jumputan, bubur kertas, dan tanah liat mampu meningkatkan motorik halus anak serta memberikan variasi model stimulasi motorik halus berbasis bahan alam dan daur ulang dalam pembelajaran anak usia dini.
Copyrights © 2026