Orang tua memiliki peran penting dalam menentukan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), namun keputusan tersebut sering kali didasarkan pada informasi yang terbatas mengenai kualitas dan praktik pendidikan yang dijalankan sekolah. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran video storytelling sebagai bentuk rekayasa sosial dalam membentuk persepsi orang tua terhadap lembaga PAUD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal yang berfokus pada seorang calon orang tua peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam sebelum dan sesudah intervensi video storytelling serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video storytelling berperan dalam memperluas pemahaman orang tua mengenai realitas sekolah, memperkuat kepercayaan terhadap kualitas guru dan layanan pendidikan, serta memantapkan keputusan untuk memilih lembaga pendidikan tersebut. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa video tidak secara langsung mengubah persepsi yang telah terbentuk sebelumnya, melainkan mengonfirmasi pengalaman positif yang dimiliki orang tua melalui representasi visual mengenai aktivitas pembelajaran, interaksi guru dan anak, serta program sekolah. Dengan demikian, video storytelling berpotensi menjadi strategi komunikasi pendidikan yang efektif untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga PAUD.
Copyrights © 2026