Penelitian ini penting dilakukan karena penguatan literasi membaca pada jenjang sekolah dasar merupakan fondasi utama dalam mengembangkan kemampuan berpikir, memahami informasi, dan mendukung keberhasilan belajar siswa pada berbagai mata Pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan literasi membaca melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas III SD Negeri 15 Tampe serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru wali kelas III dan siswa kelas III SD Negeri 15 Tampe. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Gerakan Literasi Sekolah telah dilaksanakan melalui kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai, penyediaan pojok baca di kelas, serta penggunaan bahan bacaan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kegiatan literasi membaca memberikan dampak positif terhadap kemampuan membaca siswa, terutama dalam memahami isi bacaan, menemukan informasi penting, menjawab pertanyaan berdasarkan teks, dan menceritakan kembali isi bacaan. Faktor pendukung pelaksanaan GLS meliputi dukungan guru, tersedianya pojok baca, penggunaan buku cerita bergambar, dan kegiatan membaca rutin. Sementara itu, faktor penghambat meliputi rendahnya minat baca sebagian siswa, keterbatasan bahan bacaan, serta perbedaan kemampuan membaca antar siswa. Dengan demikian, penerapan Gerakan Literasi Sekolah memiliki hubungan positif terhadap peningkatan kemampuan literasi membaca siswa kelas III SD Negeri 15 Tampe.
Copyrights © 2026