Pembelajaran IPA di sekolah dasar Indonesia hingga kini masih kerap diwarnai pola pasif dan dominasi ceramah guru, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar serta minimnya keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas penerapan model Talking Stick berbantuan media visual untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa kelas IV SDN 167 Kabupaten Pinrang pada mata pelajaran IPA. Pendekatan yang digunakan adalah kuasi-eksperimen tipe one-group pretest–posttest dengan 18 siswa sebagai subjek. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar serta lembar observasi keaktifan terstruktur yang mencakup empat indikator selama enam pertemuan. Analisis dilakukan menggunakan uji paired sample t-test, analisis persentase deskriptif, dan perhitungan effect size Cohen’s d. Hasil pengujian memperlihatkan kenaikan rata-rata skor yang signifikan, yaitu dari 47,83 pada pretest menjadi 57,61 pada posttest [t(17) = -14,50; p < 0,001; Cohen’s d = 3,45]. Keaktifan siswa pun meningkat secara progresif dari 29,0% (kategori rendah) di pertemuan pertama menjadi 79,0% (kategori tinggi) di pertemuan keenam, dengan kenaikan terjadi pada keempat indikator yang diamati. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi Talking Stick dan media visual mampu menggeser pembelajaran IPA dari pola pasif menuju keterlibatan partisipatif. Implikasi praktisnya, strategi ini layak menjadi alternatif instruksional berbiaya rendah bagi guru di sekolah dengan keterbatasan sumber daya.
Copyrights © 2026