Solo International Performing Arts (SIPA) Festival adalah festival seni pertunjukan tahunan berskala internasional yang diselenggarakan di Kota Surakarta sejak tahun 2009. Dalam periode 2019–2024, festival ini mengalami berbagai perubahan bentuk pertunjukan dan strategi penyelenggaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana transformasi tersebut berlangsung serta peran pelaku budaya di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori praktik sosial Pierre Bourdieu, yang mencakup konsep modal, habitus, dan arena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIPA mengalami transformasi dalam modal budaya, simbolik, ekonomi, dan sosial. Para pelaku festival juga mengalami perubahan habitus yang lebih adaptif dan kolaboratif. Sebagai arena, SIPA menjadi ruang pertemuan berbagai kepentingan dan nilai budaya. Dengan demikian, SIPA bukan hanya wadah pertunjukan seni, tetapi juga arena sosial yang mencerminkan dinamika budaya masa kini.
Copyrights © 2026