Ni Putu Suci Pramesti
Program Studi Tata Kelola Seni, Program Magister, Institut Seni Indonesia Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOLO INTERNATIONAL PERFORMING ARTS (SIPA) FESTIVAL SEBAGAI ARENA BUDAYA: ANALISIS PRAKTIK SOSIAL DALAM PERIODE 2019–2024 Ni Putu Suci Pramesti
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v14i1.3445

Abstract

Solo International Performing Arts (SIPA) Festival adalah festival seni pertunjukan tahunan berskala internasional yang diselenggarakan di Kota Surakarta sejak tahun 2009. Dalam periode 2019–2024, festival ini mengalami berbagai perubahan bentuk pertunjukan dan strategi penyelenggaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana transformasi tersebut berlangsung serta peran pelaku budaya di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori praktik sosial Pierre Bourdieu, yang mencakup konsep modal, habitus, dan arena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIPA mengalami transformasi dalam modal budaya, simbolik, ekonomi, dan sosial. Para pelaku festival juga mengalami perubahan habitus yang lebih adaptif dan kolaboratif. Sebagai arena, SIPA menjadi ruang pertemuan berbagai kepentingan dan nilai budaya. Dengan demikian, SIPA bukan hanya wadah pertunjukan seni, tetapi juga arena sosial yang mencerminkan dinamika budaya masa kini.
ANALISIS TATA KELOLA DIGITAL PADA SISTEM PENGARSIPAN KOMUNITAS SENI: STUDI KASUS KOMUNITAS BUMI BAJRA Ni Putu Suci Pramesti; Arya Pageh Wibawa
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v14i1.3857

Abstract

Komunitas Bumi Bajra merupakan komunitas seni pertunjukan di Bali yang aktif dalam produksi karya dan kolaborasi lintas disiplin. Aktivitas tersebut menghasilkan arsip administratif dan artistik yang berfungsi sebagai dokumentasi, memori kolektif, dan sumber pengembangan karya. Namun, praktik pengarsipan yang masih bersifat informal menimbulkan tantangan dalam aspek pengelolaan, akses, dan keberlanjutan arsip. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pengarsipan yang berlangsung serta mengidentifikasi kesenjangan dalam perspektif tata kelola digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, studi dokumen, dan wawancara. Analisis mengacu pada kerangka tata kelola digital, records management (ISO 15489), dan digital curation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengarsipan masih bergantung pada individu, belum memiliki standar dan sistem terintegrasi, serta minim metadata, digitalisasi, dan backup. Kondisi ini menunjukkan perlunya sistem pengelolaan arsip yang lebih terstruktur untuk mendukung keberlanjutan praktik seni.