Reformasi 1998 membawa perubahan mendasar bagi arah kebijakan pendidikan nasional, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI), melalui desentralisasi kewenangan, penguatan otonomi sekolah, dan pergeseran paradigma dari pendekatan normatif-doktriner menuju pendekatan yang lebih kontekstual, moderat, dan inklusif. Kota Mataram, sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat yang majemuk secara etnis dan keagamaan, menghadirkan konteks unik bagi pembelajaran PAI karena berpadu dengan kearifan lokal masyarakat Sasak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis dinamika pembelajaran PAI di Kota Mataram pascareformasi, mencakup transformasi kurikulum, pergeseran metode dan pendekatan pembelajaran, peran guru dalam menanamkan moderasi beragama, serta tantangan dan faktor pendukung yang menyertainya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada beberapa satuan pendidikan tingkat menengah di Kota Mataram. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semiterstruktur dengan guru PAI, kepala sekolah, pengawas PAI Kementerian Agama, serta peserta didik, dan ditelaah melalui studi dokumentasi. Analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa, dengan pengujian keabsahan data melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI di Kota Mataram mengalami transformasi dari pendekatan hafalan tekstual menuju pembelajaran kontekstual berbasis proyek yang terintegrasi dengan Profil Pelajar Pancasila, disertai adaptasi guru terhadap kebijakan moderasi beragama dan pemanfaatan media digital pascapandemi. Namun demikian, dinamika tersebut masih dibayangi oleh disparitas sarana antarsekolah, keterbatasan pelatihan guru, dan tantangan menjaga relevansi nilai keislaman di tengah arus digitalisasi generasi muda. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara sekolah, Kementerian Agama, dan tokoh adat Sasak dalam merumuskan model pembelajaran PAI yang kontekstual dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026