Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara eksposur konten TikTok dengan pembentukan Fear of Missing Out (FOMO) pada remaja, khususnya dalam konteks masyarakat urban seperti Kota Medan. Penelitian menggunakan metode literature review dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah, buku, dan laporan penelitian terkait media sosial, TikTok, dan fenomena FOMO. Hasil kajian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan TikTok yang tinggi, didukung oleh algoritma personalisasi dan dinamika tren yang cepat, berkontribusi signifikan terhadap munculnya FOMO pada remaja. FOMO muncul sebagai respons psikologis akibat kebutuhan akan koneksi sosial, perbandingan sosial, dan tekanan untuk selalu terhubung. Selain itu, fenomena ini juga berdampak pada kesehatan mental, seperti kecemasan, penurunan kepuasan hidup, dan gangguan emosional. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital dan pengendalian penggunaan media sosial dalam meminimalisir dampak negatif pada remaja.
Copyrights © 2026