JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
Volume 9, Nomor 2, Mei 2026

IMPLEMENTASI SODIUM BICARBONATE TERHADAP KUAT TEKAN DAN ABSORPSI AIR BETON STRUKTURAL BER-FLY ASH

Natanael Budiman (Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara)
Yenny Untari Liucius (Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara)



Article Info

Publish Date
11 Jul 2026

Abstract

The use of Class F fly ash as a supplementary cementitious material (SCM) enhances concrete durability but reduces early-age compressive strength. This study evaluates the effect of sodium bicarbonate (NaHCO₃) as a chemical admixture to mitigate this drawback in structural concrete f'c 30 MPa with 10% fly ash. An experimental laboratory method was employed with NaHCO₃ content variations of 0% (control), 0.3%, 0.5%, and 0.7% by total cementitious material weight. Compressive strength testing was conducted per SNI 1974:2011 at 7, 14, and 28 days using 15×30 cm cylinders, while water absorption testing followed ASTM C642 at 28 days. All specimens were cured using water curing at 23±2°C. Results show that NaHCO₃ addition consistently increased compressive strength at all testing ages. At 28 days, compressive strength increased from 18.18 MPa (control) to 20.13 MPa (0.3%), 24.47 MPa (0.5%), and 28.01 MPa (0.7%). Water absorption decreased across all variations compared to the control value of 5.67%, with the lowest value recorded at 0.3% content of 4.48%. The optimum NaHCO₃ dosage is 0.3%, as it simultaneously achieves both increased compressive strength and reduced water absorption, representing the best overall performance balance. The NaHCO₃ and fly ash combination demonstrates potential for sustainable structural concrete development. Abstrak Penggunaan fly ash kelas F sebagai supplementary cementitious material (SCM) meningkatkan durabilitas beton, namun menurunkan kuat tekan awal. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh aditif sodium bicarbonate (NaHCO₃) untuk memitigasi kelemahan tersebut pada beton struktural f'c 30 MPa dengan 10% fly ash. Metode eksperimental laboratorium digunakan dengan variasi kadar NaHCO₃ sebesar 0% (kontrol), 0,3%, 0,5%, dan 0,7% dari berat total material sementitius. Pengujian kuat tekan dilakukan sesuai SNI 1974:2011 pada umur 7, 14, dan 28 hari menggunakan silinder 15×30 cm, sedangkan pengujian absorpsi air dilakukan berdasarkan ASTM C642 pada umur 28 hari. Seluruh benda uji dirawat dengan metode water curing pada suhu 23±2°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan NaHCO₃ meningkatkan kuat tekan secara konsisten pada seluruh umur pengujian. Pada umur 28 hari, kuat tekan meningkat dari 18,18 MPa (kontrol) menjadi 20,13 MPa (0,3%), 24,47 MPa (0,5%), dan 28,01 MPa (0,7%). Absorpsi air menunjukkan penurunan pada seluruh variasi dibandingkan kontrol 5,67%, dengan nilai terendah pada kadar 0,3% sebesar 4,48%. Kadar optimum NaHCO₃ adalah 0,3% karena menghasilkan keseimbangan terbaik antara peningkatan kuat tekan dan penurunan absorpsi air secara bersamaan. Kombinasi NaHCO₃ dan fly ash berpotensi mendukung pengembangan beton struktural berkelanjutan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jmts

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan ...