The use of Class F fly ash as a supplementary cementitious material (SCM) enhances concrete durability but reduces early-age compressive strength. This study evaluates the effect of sodium bicarbonate (NaHCO₃) as a chemical admixture to mitigate this drawback in structural concrete f'c 30 MPa with 10% fly ash. An experimental laboratory method was employed with NaHCO₃ content variations of 0% (control), 0.3%, 0.5%, and 0.7% by total cementitious material weight. Compressive strength testing was conducted per SNI 1974:2011 at 7, 14, and 28 days using 15×30 cm cylinders, while water absorption testing followed ASTM C642 at 28 days. All specimens were cured using water curing at 23±2°C. Results show that NaHCO₃ addition consistently increased compressive strength at all testing ages. At 28 days, compressive strength increased from 18.18 MPa (control) to 20.13 MPa (0.3%), 24.47 MPa (0.5%), and 28.01 MPa (0.7%). Water absorption decreased across all variations compared to the control value of 5.67%, with the lowest value recorded at 0.3% content of 4.48%. The optimum NaHCO₃ dosage is 0.3%, as it simultaneously achieves both increased compressive strength and reduced water absorption, representing the best overall performance balance. The NaHCO₃ and fly ash combination demonstrates potential for sustainable structural concrete development. Abstrak Penggunaan fly ash kelas F sebagai supplementary cementitious material (SCM) meningkatkan durabilitas beton, namun menurunkan kuat tekan awal. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh aditif sodium bicarbonate (NaHCO₃) untuk memitigasi kelemahan tersebut pada beton struktural f'c 30 MPa dengan 10% fly ash. Metode eksperimental laboratorium digunakan dengan variasi kadar NaHCO₃ sebesar 0% (kontrol), 0,3%, 0,5%, dan 0,7% dari berat total material sementitius. Pengujian kuat tekan dilakukan sesuai SNI 1974:2011 pada umur 7, 14, dan 28 hari menggunakan silinder 15×30 cm, sedangkan pengujian absorpsi air dilakukan berdasarkan ASTM C642 pada umur 28 hari. Seluruh benda uji dirawat dengan metode water curing pada suhu 23±2°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan NaHCO₃ meningkatkan kuat tekan secara konsisten pada seluruh umur pengujian. Pada umur 28 hari, kuat tekan meningkat dari 18,18 MPa (kontrol) menjadi 20,13 MPa (0,3%), 24,47 MPa (0,5%), dan 28,01 MPa (0,7%). Absorpsi air menunjukkan penurunan pada seluruh variasi dibandingkan kontrol 5,67%, dengan nilai terendah pada kadar 0,3% sebesar 4,48%. Kadar optimum NaHCO₃ adalah 0,3% karena menghasilkan keseimbangan terbaik antara peningkatan kuat tekan dan penurunan absorpsi air secara bersamaan. Kombinasi NaHCO₃ dan fly ash berpotensi mendukung pengembangan beton struktural berkelanjutan.
Copyrights © 2026