Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran ulama sebagai aktor lokal dalam mendorong kemandirian finansial masyarakat pedesaan yang masih menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi. Desa Gingging, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep dipilih karena memiliki karakteristik masyarakat religius dengan potensi ekonomi lokal yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi, strategi, serta faktor pendukung dan penghambat peran ulama dalam membangun kemandirian finansial masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama memiliki posisi strategis sebagai pemimpin spiritual dan sosial yang berpengaruh dalam membentuk perilaku ekonomi masyarakat. Strategi yang digunakan meliputi pendekatan religius, edukatif, dan persuasif melalui pengajian, keteladanan, serta motivasi ekonomi. Faktor pendukung utama adalah tingginya kepercayaan masyarakat dan kuatnya budaya religius, sedangkan faktor penghambat meliputi rendahnya literasi keuangan, keterbatasan modal, serta lemahnya sinergi antar lembaga. Kesimpulannya, peran ulama efektif dalam mendorong kemandirian finansial, namun memerlukan dukungan kolaboratif dan penguatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026