Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya perkembangan sosial-emosional anak usia dini sebagai dasar kemampuan anak dalam mengelola emosi, berinteraksi sosial, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Permasalahan yang ditemukan di RA Ad-Dzikir Pragaan menunjukkan masih adanya anak yang mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi dan berinteraksi dengan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterlibatan orang tua dan status sosial ekonomi keluarga terhadap perkembangan sosial-emosional anak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Sampel penelitian berjumlah 120 orang tua atau wali murid RA Ad-Dzikir Pragaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua memiliki korelasi positif dan signifikan terhadap perkembangan sosial-emosional anak. Status sosial ekonomi keluarga juga memiliki korelasi positif dan signifikan, bahkan lebih dominan dibandingkan keterlibatan orang tua. Secara simultan, kedua variabel mampu menjelaskan perkembangan sosial-emosional anak sebesar 69,7%. Dengan demikian, keterlibatan orang tua dan status sosial ekonomi keluarga menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia dini secara optimal.
Copyrights © 2026