Perkembangan media sosial TikTok di kalangan siswa sekolah dasar menghadirkan tantangan baru dalam proses pembentukan karakter anak di era digital. Tingginya intensitas penggunaan TikTok pada usia sekolah dasar berpotensi memengaruhi perilaku, etika sosial, motivasi belajar, serta tanggung jawab akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk disrupsi karakter siswa sekolah dasar di era media sosial Tiktok serta merumuskan rekonstruksi pendidikan karakter berbasis literasi digital. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah relevan yang diperoleh melalui Google Scholar dalam rentang publikasi 5–10 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa bentuk disrupsi karakter yang dominan meliputi menurunnya sikap sopan, dan santun, menurunnya rasa hormat terhadap gutu dan orang tua rendahnya kepedulian sosial, meningkatnya ketergantungan terhadap gadget, serta menurunnya motivasi belajar siswa. Faktor penyebab utama meliputi tingginya intensitas penggunaan TikTok, paparan konten yang tidak sesuai dengan usia anak, kurangnya pengawasan orang tua dan guru, juga rendahnya kemampuan literasi digital siswa. Upaya rekonstruksi pendidikan karakter dapat dilakukan melalui integrasi literasi digital dalam pembelajaran, penguatan peran guru dan orang tua, serta pemanfaatan TikTok sebagai media edukatif yang mendukung pembelajaran kreatif dan positif. Dengan demikian, pendidikan karakter di era digital perlu diarahkan pada pendampingan dan pemanfaatan teknologi secara bijak, sehat, dan bertanggung jawab agar siswa mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan sosial.
Copyrights © 2026