Kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar di Indonesia masih rendah, ditandai hanya 10% siswa yang mencapai KKM pada aspek berpikir kritis akibat dominasi metode pembelajaran konvensional berbasis hafalan. Artikel ini bertujuan mengkaji tren penelitian pendekatan deep learning dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa SD melalui Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA terhadap 20 artikel terpilih. Kajian menunjukkan bahwa deep learning terbukti efektif meningkatkan berpikir kritis lintas mata pelajaran dan beragam model pembelajaran. Keberhasilannya ditopang oleh prinsip mindful, meaningful, dan joyful, peran guru sebagai fasilitator, serta integrasi teknologi kecerdasan buatan. Pendekatan ini juga selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka dan dimensi bernalar kritis Profil Pelajar Pancasila.
Copyrights © 2026