Permasalahan penelitian ini adalah dampak negatif komunikasi buruk antara orang tua dan anak terhadap psikologis remaja. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dampak pola komunikasi yang baik dan buruk dalam keluarga. Data primer dikumpulkan menggunakan teknik wawancara mendalam. Subjek penelitian terdiri dari tiga remaja dengan latar belakang keluarga yang berbeda, yaitu Didi, Kayla, dan Audy. Waktu dan lokasi penelitian diselenggarakan di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif-deskriptif dengan mereduksi data wawancara, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan subjek yang memiliki komunikasi harmonis tumbuh menjadi pribadi percaya diri dan positif. Sebaliknya, komunikasi yang buruk menyebabkan anak kurang percaya diri, menutup diri, keras kepala, hingga memicu kecemasan emosional. Kesimpulannya, efektivitas dan transparansi pola komunikasi di dalam keluarga memiliki pengaruh besar serta kontribusi yang sangat signifikan dalam membentuk kematangan karakter dan stabilitas emosional anak.
Copyrights © 2025