Variasi qira’at memiliki keterkaitan penting dengan penafsiran Al-Qur’an karena perbedaan bacaan pada ayat tertentu dapat menghasilkan perbedaan nuansa makna dan pemahaman tafsir. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk perbedaan qira’at Abu ‘Amr riwayat as-Susi dalam QS. Al-Ahzab berdasarkan Kitab At-Taisir fi al-Qira’at al-Sab’ serta mengidentifikasi implikasinya terhadap penafsiran ayat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan (library research) dengan Kitab At-Taisir fi al-Qira’at al-Sab’ sebagai sumber primer dan sejumlah kitab tafsir sebagai sumber pendukung. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan adanya 83 perbedaan bacaan antara qira’at Abu ‘Amr riwayat as-Susi dan riwayat Hafs dalam QS. Al-Ahzab. Sebagian besar perbedaan tersebut berupa kaidah ushul qira’at, seperti idgham kabir, ibdal hamzah, dan tashil, yang tidak berimplikasi terhadap perubahan makna. Namun, terdapat tiga ayat yang menunjukkan implikasi penafsiran, yaitu ayat 30, 33, dan 52. Pada ayat 30, variasi bacaan menghasilkan perbedaan pemahaman mengenai kadar pelipatan azab bagi istri-istri Nabi; pada ayat 33, memberikan nuansa antara perintah menetap di rumah dan menjaga ketenangan, kewibawaan, serta kehormatan; sedangkan pada ayat 52, memengaruhi pemahaman mengenai cakupan perempuan yang termasuk dalam larangan menikah bagi Nabi Muhammad SAW. Temuan ini menegaskan bahwa perbedaan qira’at tidak selalu berimplikasi terhadap perubahan makna atau hukum, tetapi pada ayat tertentu dapat memperluas perspektif penafsiran. Penelitian ini berkontribusi dalam memperjelas posisi qira’at Abu ‘Amr riwayat as-Susi sebagai salah satu sumber penting dalam memahami keragaman linguistik dan interpretatif Al-Qur’an.
Copyrights © 2026