Umat Parmalim sebagai salah satu kelompok kepercayaan lokal di Indonesia memiliki tradisi yang erat kaitannya dengan pemanfaatan tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari dan praktik keagamaan. Salah satu tumbuhan yang menonjol dalam tradisinya adalah pakko (Arenga pinnata). Pakko juga memiliki makna simbolis bagi umat Parmalim, terutama dalam praktik ritual keagamaan. Keberadaan tumbuhan ini dalam berbagai upacara bersaji menunjukkan bahwa umat Parmalim tidak hanya melihat pakko sebagai tumbuhan biasa, tetapi juga sebagai media penghubung antara manusia dan Mulajadi Nabolon. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji fungsi dan kegunaan tumbuhan pakko dalam upacara bersaji umat Parmalim, menelaah nilai-nilai spiritual, serta menganalisis persepsi umat Parmalim mengenai hubungan antara manusia, pakko, dan Debata Mulajadi Nabolon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan natural setting sebagai sumber data langsung. Hasil penelitian menunjukan tumbuhan pakko memiliki fungsi yang penting dalam struktur dan maknaa upacara bersaji umat Parmalim. Pakko tidak hanya berperan sebagai bahan fisik sebagai pelengkap ritual, tetapi juga sebagai emdia penghubung antara manusia dengan Debata Mulajadi Nabolon. Setiap bagian-bagian pakko yang digunakan memiliki fungsi tesendiri yang melambangkan kesucian, dan keseimbangan
Copyrights © 2025