Pembangunan sosial di tingkat lokal masih menghadapi persoalan ketimpangan, lemahnya kohesi sosial, dan minimnya landasan etika dalam perumusan serta pelaksanaannya. Pendekatan pembangunan yang dominan bersifat teknokratis dan material sering kali mengabaikan nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat. Penelitian ini bertujuan merumuskan Model Etika Pembangunan Sosial Dharma Sai Bumi yang berbasis filsafat Hindu dan kearifan lokal Lampung sebagai alternatif kerangka etika pembangunan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian konseptual-filosofis. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan terhadap literatur ilmiah yang membahas etika Hindu, konsep Dharma, pembangunan sosial berbasis nilai, dan kearifan lokal Lampung. Analisis data dilakukan secara kualitatif-deskriptif dan interpretatif melalui tahapan klasifikasi tema, penafsiran konsep, dan sintesis nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Dharma dan nilai Sai Bumi Ruwa Jurai memiliki kesesuaian filosofis dalam memandang pembangunan sebagai proses sosial yang berorientasi pada kesejahteraan bersama, keadilan sosial, dan harmoni kehidupan. Sintesis kedua nilai tersebut menghasilkan Model Etika Pembangunan Sosial Dharma Sai Bumi yang berlandaskan kebersamaan, tanggung jawab kolektif, dan legitimasi moral. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa model Dharma Sai Bumi berkontribusi secara teoretis dalam penguatan kajian pembangunan berbasis nilai dan secara praktis berpotensi menjadi rujukan etis dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan sosial di masyarakat multikultural.
Copyrights © 2026