Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi model pendidikan karakter Thomas Lickona yang diintegrasikan dengan nilai-nilai tradisional pesantren di Pondok Pesantren Modern Assuja’iyah, Blitar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 15 informan yang dipilih secara purposive dan snowball sampling, terdiri atas 1 kiai, 1 ketua yayasan, 5 ustadz/ustadzah, dan 8 santri senior-junior. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui prosedur pengodean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moral knowing diinternalisasikan melalui ekosistem habituasi akhlak yang mengintegrasikan literasi kitab klasik dengan keteladanan kiai. Moral feeling berkembang dari kepatuhan formal menuju kesadaran spiritual berbasis muraqabah yang menumbuhkan empati dan kerendahan hati. Moral action diwujudkan melalui regulasi diri yang konsisten dalam kehidupan komunal pesantren selama 24 jam. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi Model Ekosistem Habituasi Akhlak yang menyintesiskan model holistik Lickona dengan tradisi pendidikan pesantren berbasis spiritualitas Islam. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi aspek kognitif, afektif, dan perilaku dalam pendidikan karakter yang didukung lingkungan kondusif. Model tersebut berkontribusi secara teoretis terhadap pengembangan pendidikan karakter dan secara praktis menjadi cetak biru bagi pesantren modern atau boarding school dalam membangun karakter serta mencegah penyimpangan perilaku siswa.
Copyrights © 2026