Keterlambatan deteksi dini gangguan tumbuh kembang pada fase usia emas balita berisiko memicu masalah kesehatan jangka panjang seperti stunting. Menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, program pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan strategi deteksi dini dan pemantauan status gizi balita usia 0–5 tahun di Kelurahan Tambak Rejo, Kecamatan Simokerto. Data primer dihimpun secara mendalam menggunakan teknik wawancara semi-terstruktur, observasi langsung pada posyandu, peninjauan antropometri (kategori Bawah Garis Merah/BGM), serta dokumentasi laporan kesehatan. Hasil intervensi membuktikan adanya lonjakan pemahaman orang tua mengenai Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) seimbang serta penguatan kapasitas Kader Swadaya Kesehatan (KSH) dalam mengelola sistem rujukan gizi. Sinergi lintas sektor antara tim pengabdi, ahli gizi Puskesmas, dan kader lokal berhasil memangkas hambatan prasarana di lapangan serta memicu kemandirian komunal dalam mengawal budaya hidup sehat.
Copyrights © 2025