Perkembangan teknologi kecerdasan buatan dalam industri layanan estetika mendorong klinik kecantikan untuk tidak hanya mengandalkan pelayanan konvensional, tetapi juga menghadirkan layanan yang lebih objektif, personal, dan berbasis data. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah penggunaan teknologi Skin Age Detector yang mampu membantu analisis kondisi kulit secara visual dan sistematis. Namun, keberhasilan pemanfaatan teknologi dalam layanan estetika tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat, melainkan juga oleh kemudahan penggunaan, manfaat yang dirasakan, kesiapan organisasi, serta kemampuan tenaga medis dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Skin Age Detector sebagai inovasi layanan estetika di Klinik Kecantikan X Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pihak manajemen, staf pelayanan, serta pelanggan. Analisis dilakukan dengan mengacu pada Technology Acceptance Model (TAM), faktor pendukung dan penghambat, serta kualitas layanan berdasarkan dimensi SERVQUAL.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Skin Age Detector dimanfaatkan sebagai bagian dari alur pelayanan awal sebelum konsultasi. Teknologi ini dinilai mudah digunakan dan bermanfaat karena mampu mendukung analisis kulit yang lebih objektif, meningkatkan transparansi informasi, serta memperkuat kepercayaan pelanggan. Meskipun demikian, hambatan masih ditemukan pada aspek teknis, keterbatasan akurasi alat, dan pemahaman pelanggan terhadap hasil analisis. Penelitian ini menegaskan bahwa inovasi teknologi dalam layanan estetika perlu didukung oleh kesiapan organisasi dan peran tenaga medis agar mampu menciptakan nilai layanan yang optimal.
Copyrights © 2026