Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem monitoring dan klasifikasi kualitas udara pada lingkungan limbah organik rumah tangga berbasis Internet of Things (IoT) dengan pendekatan multi-sensor gas dan metode fuzzy logic. Limbah organik, seperti sisa makanan dan sampah dapur, menghasilkan gas berbahaya seperti amonia (NH3), metana (CH4), dan karbon monoksida (CO) akibat proses dekomposisi biologis. Sistem yang dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan beberapa sensor gas, yaitu MQ-135, MQ-5, dan MQ-7, untuk mendeteksi berbagai jenis gas secara simultan. Implementasi multi-sensor ini mampu meningkatkan akurasi deteksi dibandingkan dengan penggunaan sensor tunggal karena dapat merepresentasikan kondisi lingkungan secara lebih komprehensif. Data sensor dikirimkan secara real-time ke server melalui jaringan WiFi dan diolah menggunakan metode fuzzy logic Mamdani untuk mengklasifikasikan kualitas udara ke dalam kategori aman, waspada, dan bahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan pemantauan secara real-time dengan tingkat respons yang baik serta menghasilkan klasifikasi yang adaptif terhadap variasi data sensor. Dengan demikian, sistem ini dapat digunakan sebagai solusi pemantauan lingkungan rumah tangga yang lebih cerdas dan preventif terhadap risiko kesehatan akibat paparan gas limbah organik.
Copyrights © 2026