Pemilihan lahan yang sesuai merupakan faktor penting dalam keberhasilan budidaya jeruk karena berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, produktivitas dan kualitas hasil panen. . Penelitian ini bertujuan untuk membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat membantu proses pemilihan lahan budidaya jeruk menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Penelitian dilaksanakan di Desa Purba Tua Barung, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun dengan menggunakan empat kriteria penilaian, yaitu pH tanah, curah hujan, suhu udara, dan ketinggian tempat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Metode SAW diterapkan melalui tahapan penentuan bobot kriteria, pembentukan matriks keputusan, normalisasi, serta perhitungan nilai preferensi untuk menghasilkan perangkingan alternatif lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif A1 dan A5 memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 1,00 sehingga direkomendasikan sebagai lahan yang paling sesuai untuk budidaya jeruk, sedangkan alternatif A3 memperoleh nilai terendah sebesar 0,63. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa penerapan metode SAW sebagai pendekatan yang objektif, sistematis, dan efektif dalam mendukung pengambilan keputusan pemilihan lahan budidaya jeruk.
Copyrights © 2026